BERITA INDUSTRI

China Siap Investasi di Industri Perkapalan


Rabu, 28 Mei 2014

Sumber: Koran Sindo

Jakarta- China siap menanamkan investasi di industri perkapalan di Tanah Air. Para pengusaha Negeri Panda juga menjajaki investasi untuk mengembangkan kawasan industri.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, para investor dari China tertarik berinvestasi karena dalam beberapa tahun terakhir Indonesia menjadi negara tujuan investasi ketiga di ASEAN.

Namun, Alex belum bisa memastikan kapan investor dari negara berpenduduk terbesar di dunia ini akan masuk. Demikian juga besaran nilai investasi yang akan ditanamkan belum diketahui secara persis. "Mereka datang untuk penjajakan dalam rangka membuat studi kelayakan, kira-kira berapa investasi ke depan ini dan di mana kira-kira mereka mau bikin investasi industri kapal maupun investasi kawasan industri," kata Alex seusai menerima kunjungan Wakil Menteri Perdagangan China Gao Yan di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Senin (26/5).

Menurut Alex, investasi di industri kapal sangat strategis karena Indonesia sebagai negara kepulauan, membutuhkan konektivitas laut. Hal tersebut merupakan potensi besar bagi industri kapal.

Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Hasbi Assiddiq Syamsuddin mengatakan, saat ini di Indonesia ada sekitar 220 pelaku industri kapal. Mereka bergerak mulai dari pembuatan kapal baru, reparasi, hingga pelayaran. Menurut Assiddiq, yang menjadi tantangan di industri sektor perkapalan adalah produsen kapal di Indonesia belum bisa membuat komponen sendiri.

"Konstruksi sudah bisa, tapi komponen kapal, mesin, generator itu masih impor," ujarnya. Dia berharap, investasi yang akan ditanamkan di masa mendatang bisa memenuhi segmen tersebut. Dengan demikian, apabila industri komponen ada investasi baru, diharapkan bisa memberikan kontribusi dan pertumbuhan bagi industri kapal secara umum.

Selain industri kapal, perwakilan China itu juga mengungkapkan keinginannya untuk berinvestasi di kawasan industri. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Pemerintah China mengenai pembangunan kawasan industri untuk fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral (smelter). Pada kesempatan tersebut, Alex meminta agar investasi industri kapal dan kawasan industri direalisasikan di wilayah Sulawesi. Pasalnya, di daerah tersebut sudah ada industri kapal yang sedang berkembang dan dekat dengan lokasi.

"Jadi, sekalian saja di Sulawesi itu. Kan sudah ada perusahaan tambang Indonesia yang ada di situ, bisa masuk di mineralnya. Nah, nanti investasi kapalnya untuk masuk di bagian reparasi kapal dari kapal-kapal perusahaan mineral di situ. Jadi terpadu," kata Alex.

Data Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Ditjen PPI) menyebutkan, sebaran investasi sepanjang tahun lalu masih didorrtinasi wilayah Pulau Jawa dengan persentase mencapai 57,76%. Wilayah Kalimantan berada di urutan kedua dengan persentase 13,8%, kemudian Sumatera 13,8% dan Sulawesi 5,95%.

Terkait luas lahan industri, Ditjen PPI menyebutkan bahwa pada 2013, Pulau Jawa masih memiliki areal kawasan industri terluas yakni 55 kawasan dengan total sebanyak 22.795,9 hektare (ha) atau 75% dari keselurahan luas kawasan industri. Selanjutnya Sumatera memiliki 16 kawasan industri seluas 4.493 ha (14,96%) dan Sulawesi memiliki dua kawasan industri seluas 2.203 ha (7,33%). Sisanya, satu kawasan di Kalimantan seluas 546 ha (1,82%). sudarsono

Share:

Twitter