BERITA INDUSTRI

Indonesia Punya Basis SDM Kembangkan Ekonomi Kreatif


Senin, 24 Maret 2014

sumber: Neraca

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia memiliki basis sumber daya manusia (SDM) cukup banyak bagi pengembangan ekonomi kreatif. Saat ini telah memasuki era ekonomi yang mengintensifkan informasi dan kreativitas SDM sebagai faktor produksi utama. Ini didukung dengan komposisi jumlah penduduk usia muda sekitar 43 persen.

Demikian dikemukakan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, dalam sambutannya saat peresmian Gedung Bali Creative Industry Center pada Balai Diklat Industri Denpasar, di Denpasar, Bali, akhir pekan lalu.

Dikatakannya lebih lanjut, pengembangan industri kreatif sangat dibutuhkan dalam persaingan global. Pasalnya, mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, menciptakan Iklim bisnis yang positif, membangun citra dan identitas Bangsa, berbasis kepada sumberdaya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreatifitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa, serta memberikan dampak sosial yang positif.

Hidayat menyatakan, data perkembangan ekonomi kreatif tahun 2012 menunjukkan, sektor ini memiliki kontribusi positif yang tidak kalah dibandingkan sektor lain. Disebutkannya, ekonomi kreatif menempati posisi ke-7 dari 10 sektor ekonomi nasional, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 6,9 persen atau senilai Rp 573,89 triliun.

Ekonomi kreatif menempati posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi, dalam kategori penyerapan tenaga kerja pada tahun 2012. Dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 11.799.568 orang atau 10,65 persen pada angkatan kerja nasional. Ekonomi kreatif juga menempati posisi ke-3 dari 10 sektor ekonomi dengan 5.398.162 unit usaha atau menyumbang 9,72 persen dari total jumlah usaha tahun 2012.

Hidayat menjelaskan, industri kreatif merupakan industri pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu. Untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan, dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu.

Saat ini, terdapat 15 sub-sektor industri kreatif di Indonesia. Yakni periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, video, film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak, televisi dan radio, riset dan pengembangan, serta kuliner. Sebelumnya, Hidayat uga meresmikan Denpasar Design Center (DDC). Pada kesempatan itu, dia mengemukakan, DDC sebagai salah satu bentuk fasilitasi dan layanan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Dalam upaya mendukung serta mendorong pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Utamanya, kata dia, dalam hal desain kemasan, desain produk, desain tekstil dan sekaligus HKI. Untuk memberikan informasi, layanan advokasi dan konsultasi. Guna peningkatan nilai tambah yang pada giliran-nya akan meningkatkan daya saing mereka.

Peran Pemda sangat menentukan untuk pengembangan industri kreatif. Dikatakannya, Pemda perlu proaktif dalam membimbing dan mengembangkan industri kreatif di daerahnya. "Pemerintah Pusat akan memberikan dukungan melalui penciptaan iklim usaha, yang kondusif dan pengembangan skim pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif, serta akses yang lebih mudah," tuturnya. (Budi Seno)

Share:

Twitter