SIARAN PERS

Siapkan SDM Industri Unggul, Kemenperin Luncurkan Industrial Vocational Year


Sabtu, 26 Nopember 2022

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat sektor industri di Indonesia. Salah satu langkah strategisnya adalah menyediakan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini.


“Ketersediaan SDM kompeten merupakan bagian investasi pengembangan industri. Upaya perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan saat mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada Peluncuran Industrial Vocational Year 2023 di Jakarta (25/11).


Pencanangan Industrial Vocational Year 2023 merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Joko Widodo untuk melakukan perubahan mendasar pada Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, melalui orkestrasi penyelenggaraan yang harus mengacu pada kebutuhuan penggunanya atau demand driven. Hal ini juga merupakan upaya Bangsa Indonesia untuk keluar dari middle income trap menuju negara berpendapatan tinggi


Sebagai salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Kemenperin mencanangkan pengembangan SDM melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.


Upaya perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi penting dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2045 karena pemerintah menargetkan Indonesia menjadi setara negara maju dengan pendapatan per kapita sebesar USD23.199. “Karenanya, persiapan dan akselerasi pembangunan SDM Industri terus dilakukan, terutama menyiapkan talenta muda untuk menghasilkan produktivitas yang optimal,” ujar Arus.


Salah satu upaya mengoptimalkan talenta muda adalah melalui penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri di era digitalisasi industri 4.0.


Dalam pelaksanaan pengembangan SDM industri melalui pendidikan vokasi, Kemenperin melakukan penyelerasan supply dan demand. BPSDMI Kemenperin menyelenggarakan program-program best practice kemitraan yang link and match antara dunia pendidikan dan dunia Industri sehingga ketimpangan supply dan demand di unit pendidikan dan pelatihan industri tidak terjadi. “Kemitraan dengan industri menjadi faktor kunci suksesnya penyelenggaraan program vokasi industri. BPSDMI secara konsisten memfasilitasi industri untuk berperan aktif mendukung program vokasi di Indonesia karena hal ini juga memberikan manfaat bagi perusahaan dalam bentuk Super Tax Deduction,” jelas Arus.


Kemenperin terus mendorong ketersediaan SDM industri kompeten untuk mengejar kebutuhan yang ada. Diproyeksikan, kebutuhan SDM industri setiap tahunnya sebesar 682.000 orang. Untuk itu, Kemenperin melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan vokasi nasional melalui Pendidikan vokasi berupa SMK, Politeknik, Akademi Komunitas, penyelenggaraan Diklat 3 in 1, program setara Diploma Satu serta Penguatan Revitalisasi Link and Match SMK dan Industri guna memenuhi kebutuhan tersebut.


Industrial Vocational Week 2022


Pencanangan Industrial Vocational Year 2023 merupakan puncak rangkaian kegiatan Industrial Vocational Week (IVW) 2022 yang digelar BPSDMI Kemenperin bersama mitra industri dan mitra pembangunan dari dalam dan luar negeri. Tujuan kegiatan ini untuk menyosialisasikan kegiatan pengembangan SDM industri melalui program vokasi industri.


Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan sebanyak 144 perusahaan industri, 127 peserta dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kadin Daerah, para mitra lainnya, serta 947 dari SMK dan politeknik secara offline, online, dan hybrid dengan total sebanyak 1.730 peserta. Kegiatan tersebut berjalan selama empat hari dari tanggal 21-24 November 2022.


Pada kesempatan yang sama, Kepala BPSDMI menyampaikan bahwa keberhasilan program pendidikan dan pelatihan vokasi adalah karena terjalinnya kemitraan antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri yang mengurangi permasalahan mismatch supply dan demand penyediaan SDM industri.


Serangkaian kegiatan yang dilakukan ini merupakan hasil kolaborasi BPSDMI Kemenperin dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN Indonesia, TVET System Reform (TSR) GIZ, S4C Swisscontact, Prospera, dan Axioo.


Sekretaris Negara dan Direktur Ketenagakerjaan Swiss Boris Zürcher mengatakan bahwa Swiss telah berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan keterampilan yang menjadi prioritas utama untuk program kerja sama Swiss selama 50 tahun. “Kami sangat bangga untuk melanjutkan kolaborasi ini melalui Kerja Sama Ekonomi dan Program Pembangunan Swiss dengan Indonesia. Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan yang sukses ini dengan Indonesia, khususnya Kementerian Perindustrian,” ujar Boris.


Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel mengungkapkan bahwa Pemerintah Jerman selama ini telah memberikan dukungan kepada Indonesia dalam menerapkan peraturan dan strategi TVET nasional yang mencakup reformasi yang signifikan serta untuk memastikan penerapan pendekatan berbasis permintaan. “Inilah salah satu faktor kunci keberhasilan visi Indonesia di balik reformasi TVET. Platform yang diluncurkan hari ini juga penting untuk menyoroti peran penting sektor swasta dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas,” kata Ina.


Dalam puncak kegiatan tersebut, Kemenperin dan Axioo meluncurkan program “Pendampingan Pembentukan Kelas IoT dan Pengembangan Kurikulum tentang Design Thinking dan IoT Program”. Program tersebut bertujuan mendukung penciptaan inovasi dan meningkatkan produktivitas sektor industri agar lebih berdaya saing di kancah global. Senior VP Social Impact PT Tera Data Indonusa Tbk Timmy Theopelus menyampaikan, pihaknya siap mengembangkan SDM andal yang bisa mengikuti perkembangan industri 4.0 saat ini.


Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Restu Yuni Widayati menyampaikan, IVW 2022 mengusung tema sentral “Sosialisasi Implementasi Program Vokasi Industri Kementerian Perindustrian yang Berorientasi pada Digitalisasi dan Penggunaan Teknologi Berkolaborasi dengan Mitra dalam dan Luar Negeri dalam Menyiapkan SDM Industri Unggul dan Siap Kerja”.


Konsep penyelenggaraan acara peluncuran IVY 2023 ini menerapkan prinsip “paperless” dan online registration sebagai wujud komitmen BPSDMI Kemenperin dan unit pendidikannya dalam menggunakan teknologi dan praktik-praktik ramah lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan inisiasi penggunaan teknologi industri 4.0 oleh BPSDMI Kemenperin. Ia menambahkan, sejak diluncurkannya program Making Indonesia 4.0, BPSDMI menerapkan kurikulum Pendidikan yang mengakomodasi industri 4.0 hingga assessment Technical and Vocational Education and Training (TVET) dengan implementasi industri 4.0.


Pada acara peluncuran IVY 2023 ini, Kemenperin juga menganugerahkan tiga penghargaan, meliputi Sarana Penelitian Industri Terapan (SPIRIT) dan Assessment TVET 4.0 bagi unit pendidikan Kemenperin serta Best Practice Pengembangan Vokasi Indonesia bagi mitra industri yang telah mendukung dan mengimplementasikan kegiatan vokasi industri.


Para mitra kerja sama dan unit pendidikan Kemenperin juga menampilkan demonstrasi teknologi yang akan digunakan sebagai sarana pembelajaran unit pendidikan dalam penyiapan SDM industri unggul, kompeten, dan siap kerja, di antaranya Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Extended Reality (XR).


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra kami yang berkomitmen kuat dalam bekerja sama mendukung program pengembangan SDM melalui Program Vokasi Industri yang sesuai dengan amanah Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi,” tutup Restu.


Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.



Share:

Twitter