SIARAN PERS

Kemenperin Gandeng Industri Terapkan Pendidikan Vokasi Model Sistem Ganda


Selasa, 8 Nopember 2022

Kementerian Perindustrian proaktif untuk menjalin kerja sama dengan pelaku industri dalam rangka mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. SDM unggulan ini diharapkan nantinya langsung terserap di sektor industri sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

 

“Kebutuhan tenaga kerja sektor industri diprediksi akan terus naik. Pada 2024, kebutuhan tenaga kerja sektor industri diperkirakan sebesar 20,21 juta orang, atau bertambah rata-rata sekitar 682 ribu pekerja per tahun selama periode tahun 2021-2024,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan di Jakarta, Selasa (8/11).

 

Untuk membantu menjembatani kebutuhan SDM industri yang kompeten, BPSDMI Kemenperin terus mencetak tenaga kerja industri baru melalui unit pendidikan binaannya yang telah menerapkan model dual system, yang mengakomodasi siswa untuk belajar bukan hanya di kelas, namun juga langsung di industri.

 

“Dual System diharap mampu memberikan manfaat kepada perusahaan, seperti mendapatkan tenaga kerja yang ready to work dengan pola magang kerja di Tahun ke-4 selama dua semester, ketersediaan tenaga kerja yang continuable, serta dapat mengurangi waktu dan biaya seperti rekrutmen dan training untuk tenaga kerja baru bagi industri,” papar Arus.

 

BPSDMI Kemenperin memberikan apresiasi kepada para unit pendidikan vokasi binaannya yang gencar menggandeng sektor industri di wilayahnya. Beberapa waktu lalu, misalnya, SMK-SMTI Yogyakarta rutin menyelenggarakan kegiatan Temu Industri.

 

“Kegiatan Temu Industri (Industrial Meeting) ini dirasa efektif untuk menjalin, memperkuat, serta memperluas kerja sama dengan industri. Masukan-masukan konstruktif yang oleh diberikan mitra industri adalah modal utama bagi SMK-SMTI Yogyakarta untuk terus melakukan continuous improvement dalam merancang pendidikan vokasi yang benar-benar link and match dengan kebutuhan industri,” tutur Kepala Sekolah SMK-SMTI Yogyakarta, RR. Ening Kaekasiwi.

 

Ening menegaskan, agar penerapan model pendidikan sistem ganda (dual system) bisa berjalan dengan baik, sekolah-sekolah Kemenperin terus untuk bekerja sama dengan sejumlah sektor industri. “Seperti yang kami lakukan melalui temu industri bertajuk Sharing Implementasi Dual System dengan Industri Area Jawa Tengah yang berlangsung pada 2-4 November 2022,” ujarnya.

 

Industri yang terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain PT Air Mancur, PT Cahaya Gunung Foods, PT Pan Brothers, PT Pura Barutama Kudus, PT Pura Nusa Persada, PT Nippon Indosari, PT Tirta Investama, PT Indo Acidatama, PT Sari Warna Asli Textile, PT Wastec International, PT Marimas Putera Kencana, PT Asia Pasific Fibers, PT So Good Food Dairy, PT Semarang Indo Herbal Indoplant, PT Phapros, dan PT GS Battery Plant Semarang.

Dari hasil pertemuan, kerja sama yang terjalin antara industri dengan SMK-SMTI Yogyakarta di antaranya Prakerin (Praktik Kerja Industri) dan OJT (On the Job Training) bagi siswa di industri tersebut. Prakerin dan OJT dapat diperuntukan bagi tiga jurusan di SMK SMTI Yogyakarta, yaitu Kimia Analisis, Teknik Kimia, dan Teknik Mekatronika.

 

“Dalam pertemuan tersebut Industri juga memberi beberapa masukan kepada SMK SMTI Yogyakarta agar senantiasa memenuhi kebutuhan Industri dengan mencetak lulusan yang berkualitas. Diantaranya memiliki kemampuan berbahasa Inggris terkait Industri yang baik, memiliki mental kuat dan berbagai softskill yang dibutuhkan di industri,” lanjut Ening.

 

Program dual system yang diterapkam unit pendidikan Kemenperin mendapatkan apresiasi oleh industri karena mampu mecetak SDM yang berkualitas tanpa proses rekrutmen yang panjang, sehingga biaya untuk proses rekrutmen pun bisa dipangkas. “Sementara itu, dari sisi siswa, mereka dapat kesempatan meningkatkan kompetensinya lebih matang, sementara dari sisi sekolah, pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan industri sehingga link and match,” tandasnya.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan

Share:

Twitter