SIARAN PERS

Kemenperin: Kampanye Melokal Majukan Industri Nasional


Senin, 31 Oktober 2022

Kementerian Perindustrian gencar mengampanyekan secara masif terkait penggunaan produk lokal karena akan membangkitkan gairah industri di dalam negeri. Tidak hanya membidik masyarakt luas, program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) juga menyasar kepada instansi yang menggunakan anggaran negara.


 


“Indonesia punya pasar yang sangat basar, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa. Ini yang perlu dioptimalkan dan digaungkan dalam kampanye melokal atau memakai produk lokal,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Dody Widodo di Jakarta, Senin (31/10).


 


Sekjen Kemenperin mengemukakan, beberapa alasan utama untuk menggunakan produk lokal, antara lain adalah produk Indonesia harus menjadi raja atau tuan di negeri sendiri, meningkatkan produktivitas sektor industri, meningkatkan lapangan kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran, menambah devisa dan investasi dari sektor industri, serta meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.


 


Selama ini sektor industri konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. “Pada kuartal I tahun 2022, kontribusi industri sebesar 19,19% pada PDB nasional, kemudian ekspornya menyumbang 71,55% selama Januari-September 2022, dan menyerap tenaga kerja hingga 18,64 juta orang,” ungkapnya.


 


Dody menerangkan, program P3DN dilaksanakan melalui dua pendekatan, yakni mengampanyekan ke seluruh lapisan masyarakat serta mengoptimalkan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sejalan upaya ini, Kemenperin juga menginisiasi fasilitas sertifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). “Sertifikat TKDN ini untuk mewujudkan kemandirian industri dalam negeri, dan produk lokal tersebut akan menjadi prioritas dalam pengadaan barang dan jasa,” paparnya.


 


Lebih lanjut, dengan adanya fasilitas sertifikasi TKDN, industri terus berupaya untuk mengoptimalkan komponen lokalnya dari produk yang dibuat. Artinya, langkah ini dapat mendorong tumbuhnya industri komponen di dalam negeri sehingga struktur manufakturnya terintegrasi, yang berdampak positif pada peningkatan daya saing.


 


“Minimal komponen lokal pada produk industri tersebut sekitar 25 persen, nanti tinggal ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) yang meliputi misalnya punya lini produksi di Indonesia, adanya investasi, kemudian penyerapan tenaga kerja lokal, dan lain-lain,” imbuhnya.


 


Pada Peraturan Menteri Perindustrian, produk dalam negeri yang wajib digunakan harus memiliki nilai TKDN paling sedikit 25%. Disebutkan pula, dalam pengadaan barang dan jasa, pengguna produk dalam negeri wajib menggunakan produk dalam negeri apabila terdapat produk dalam negeri yang memiliki penjumlahan nilai TKDN dan nilai BMP minimal 40%.


 


Tembus pasar global


Dody menyebutkan, sejumlah produk lokal yang sudah menembus pasar global, di antaranya produk makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, dan alat pertahanan. Produk-produk lokal yang diekspor tersebut dinilai punya kualitas unggul karena telah memenuhi standar di negara-negara penerimanya.


 


“Contohnya produk Indomie telah tersebar ke 80 negara dan permen Kopiko di lebih 100 negara. Selain itu, PT Pindad yang memproduksi berbagai alutsista, telah dipesan banyak negara lain, seperti panser dan senapan. Bahkan, PT Sritex membuat seragam militer Filipina dan memasok rompi antipeluru untuk personil NATO,” ungkapnya.


 


Dalam mendukung program P3DN, dengan Menteri Perindustrian selaku Ketua Harian Tim Nasional P3DN, Kemenperin telah menggelar kegiatan business matching di Bali, beberapa waktu lalu. Upaya ini untuk mempertemukan antara pengguna produk dalam negeri mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga BUMN dengan industri sebagai pembuat produknya.


 


“Pada business matching tersebut, terjadi komitmen belanja produk dalam negeri sebesar Rp214,3 triliun, dan berhasil masuk rekor MURI sebagai transaksi terbesar belanja produk dalam negeri selama tiga hari,” sebut Dody.


 


Hasil komitmen belanja produk dalam negeri itu telah mencapai lebih dari 50 persen target belanja produk dalam negeri pada tahun 2022. “Potensi belanja pemerintah pusat dan daerah mencapai Rp1.071,4 triliun. Sebesar Rp400 triliun di antaranya akan diserap melalui belanja produk dalam negeri serta UMKM sepanjang tahun 2022,” tandasnya.


 


Guna memasifkan kampanye melokal, Biro Hubungan Masyarakat Kemenperin telah menginisasi program internal Rabu Melokal, yakni mendorong seluruh pegawai Kemenperin menggunakan berbagai produk lokal pada hari Rabu tersebut. Selain itu, menggelar sosialisasi P3DN kepada mahasiswa dan influencer. Dody optimistis, program melokal dapat berkontribusi mendukung industri nasional untuk maju.


 


Beberapa waktu lalu, Sekjen Kemenperin mengunjungi Bucini, produsen tas dan aksesoris yang terbuat dari bahan kulit di Yogyakarta. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1997 ini telah mengeskpor berbagai produknya ke sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara di Eropa. Produk Bucini telah memperoleh sertifikasi TKDN dari Kemenperin, dengan rata-rata nilai TKDN mencapai 70 persen. Prusahaan ini telah menyerap tenaga kerja hingga 150 orang.


 


“Pada Kamis (28/10) kemarin, saya menghadiri acara sosialisasi P3DN di Jogja, yang diikuti puluhan influencer dan mahasiswa dari Jogja. Saya juga mengunjungi Harian Jogja untuk menyosialisasikan berbagi program dan kegiatan yang telah dilakukan Kemenperin dalam kampanye P3DN. Program ini akan terus bergulir di berbagai daerah lain,” pungkasnya.


Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.



Share:

Twitter