SIARAN PERS

Jaring Industri Halal Berkualitas, Kemenperin Sosialisasikan IHYA 2022


Sabtu, 22 Oktober 2022

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menumbuhkan dan mengembangkan industri halal di Indonesia.  Hal ini seiring dengan ekonomi syariah yang tumbuh semakin kokoh, terutama dengan adanya beberapa pendorong utama, yaitu besarnya populasi Muslim, meningkatnya kesadaran terhadap nilai-nilai etika Islam yang berkaitan dengan konsumsi produk halal dan thoyyib, dan semakin banyak strategi dan program nasional yang didedikasikan untuk pengembangan produk dan layanan halal.

Dengan populasi umat muslim sebanyak 229,6 juta jiwa (tahun 2020), Indonesia memiliki potensi pasar halal yang sangat besar. Pengeluaran umat muslim Indonesia untuk produk dan layanan halal mencapai USD184 miliar pada tahun 2020 dan diproyeksikan meningkat sebesar 14,96% (USD281,6 miliar) pada tahun 2025. Jumlah tersebut setara dengan 11,34% pengeluaran halal global, menjadikan Indonesia sebagai konsumen pasar halal terbesar di dunia. Namun hal ini juga menarik perhatian negara-negara lain yang turut menjadikan Indonesia sebagai target utama pasar produk halal mereka.

“Untuk menggairahkan ekosistem industri halal nasional, Kemenperin memberikan apresiasi kepada para Pemangku Kepentingan Industri Halal yang mendukung dan berperan aktif dalam penumbuhan, pengembangan, dan pemberdayaan Industri Halal nasional melalui Indonesia Halal Industry Awards (IHYA), yang telah kami mulai sejak tahun 2021 yang lalu,” jelas Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PPIH) Kemenperin Junadi Marki dalam Sosialisasi IHYA 2022 di Padang, Kamis (20/10).

Dengan kembali menggelar IHYA di tahun 2022, Kemenperin menargetkan kontribusi pada penguatan ekosistem ekonomi syariah, khususnya industri halal. IHYA juga diharapkan dapat menjadi brand untuk kemajuan sektor industri halal Indonesia, sekaligus menjadi representasi Visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia. Ajang ini juga bertujuan mendorong para pelaku industri halal nasional untuk lebih termotivasi melakukan inovasi-inovasi dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan memberdayakan industri halal di Indonesia.

“Kami juga kembali melibatkan pemangku kepentingan dari kalangan lembaga pemerintah, non pemerintah, organisasi kemasyarakatan (Ormas), asosiasi dan akademisi, mulai dari tahapan penyusunan kategori dan aspek serta kriteria penilaian, hingga rangkaian penilaian dan penetapan pemenang,” jelas Junadi.

Proses penilaian akan dilakukan oleh Tim Penilai IHYA yang akan diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo, yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Tim penilai sendiri terdiri dari tim teknis, dewan juri, dan dewan pertimbangan. “Tim penilai IHYA berasal dari perwakilan unit kerja di Kementerian Perindustrian, perwakilan dari kementerian/lembaga terkait, pimpinan asosiasi industri, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta pemangku kepentingan halal terkait lainnya,” imbuh Kepala PPIH.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan IHYA 2022, penyelenggara telah membangun sistem informasi untuk pendaftaran dan penilaian peserta, sehingga semua rangkaian kegiatan mulai dari pendaftaran peserta hingga penilaian akan dilakukan secara online melalui portal resmi IHYA, yaitu ihya.kemenperin.go.id. 

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

Share:

Twitter