BERITA INDUSTRI

BATIK DIAKUI UNESCO


Senin, 6 Agustus 2007

Inspektur Jenderal Departemen Perindustrian (Depperin), Fauzi Aziz didampingi Dirjen IKM Sakri Widhiyanto, Direktur Sandang dan Kulit Direktorat IKM, Yusuf Munaf, Ketua Yayasan KADIN Indonesia, Imam Sucipto di Jakarta, mengatakan, sudah ada lampu hijau dari UNESCO bahwa batik Indonesia akan diakui sebagai warisan dunia. Guna mempercepat proses pengakuan itu kata dia, Depperin bekerja sama dengan Depdag, KADIN, dan pihak terkait lain, akan mengundang wakil UNESCO untuk datang pada acara Pekan Batik Internasional 2007 yang digelar di Pekalongan, Jateng, 1-5 September 2007. Acara ini tidak hanya akan dihadiri para pengrajin dan pengusaha batik, juga para duta besar, dan calon pembeli asing dari luar negeri.

Selain itu, juga akan dilakukan seminar untuk menyatukan visi menjadikan batik sebagai ikon nasional yang akan dihadiri Kepala Perwakilan UNESCO di Jakarta, pakar batik Iwan Tirta, dan sejumlah pihak berkepentingan lainnya dari kalangan pemerintahan. Batik kemungkinan besar bisa masuk dalam kategori “intangible culture heritage” (warisan budaya yang tidak bisa diraba) dalam UNESCO. Namun menurut Imam Sucipto Umar, Ketua Yayasan Batik Indonesia, untuk mendapatkan pengakuan batik sebagai “intangible culture heritage” dari Indonesia, pemerintah perlu meratifikasi konvensi UNESCO mengenai “intangible culture heritage” yang disahkan pada Oktober 2003.

Sakri Widhiyanto, Dirjen IKM Depperin menjelaskan, saat ini jumlah IKM batik Indonesia sekitar 48.000 dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 800.100 orang, dan nilai produksi sekitar Rp2,9 triliun serta memberi kontribusi ekspor mencapai 138 juta dollar AS/tahun.

Sumber : Berbagai Sumber

Share:

Twitter