BERITA INDUSTRI

Industri TPT Butuh Kebijakan Khusus


Senin, 19 Desember 2016

Sumber : Investor Daily (19/12/2016)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai, diperlukan kebijakan khusus dan tepat untuk meningkatkan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Kebijakan yang dimaksud diantaranya adalah pembebasan pajak pertambahan nilai bagi bahan baku industri TPT yang berorientasi ekspor, dan penurunan harga gas yang berskala keekonomian.

"Industri TPT pada tahun ini mulai menunjukkan geliat pertumbuhannya, dan diharapkan tahun depan kembali menjadi rising industry yang dapat mendorong pertumbuhan industri nasional dan meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Syarif Hidayat, akhir pekan lalu.

Daya saing industri TPT, menurut Syarif, perlu diperkuat agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas dibandingkan barang impor, sehingga akan mampu memenangi pasar domestik maupun internasional. Apalagi, industri tekstil memiliki rantai nilai dan proses yang telah terintegrasi dari hulu sampai hilir.

"Pembebasan pajak pertambahan nilai diperlukan untuk membuat produsen tekstil dan pakaian beralih dari bahan baku impor ke bahan baku produksi dalam negeri. Sedangkan insentif harga gas diharapkan dapat mengurangi beban pengusaha dalam pengeluaran biaya energi karena tarif listrik yang cukup mahal," jelas dia.

Dalam catatan Kemenperin, produk industri TPT dalam negeri menyumbangkan ekspor sebesar US$ 12,28 miliar atau setara dengan 8,17% dari total ekspor nasional pada tahun lalu. "Selain itu juga memberikan surplus pada devisa negara sebesar US$ 4,31 miliar, yang sebagian besar dari industri pakaian jadi atau garmen," ujar Syarif.

Dia menyebut, saat ini pangsa pasar industri TPT Indonesia baru mencapai 1,56%. Angka ini masih bisa ditingkatkan dengan membuka pasar Uni Eropa.

"Populasi kelas menengah di dalam negeri yang terus meningkat juga merupakan peluang bagi industri TPT kita untuk terus meningkatkan pangsa pasarnya," kata Syarif.

Syarif menegaskan, dengan masuknya Indonesia sebagai anggota organisiasi perdagangan dunia (WTO) dan organisasi regional lainnya, termasuk pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean, maka penguatan daya saing harus diperhatikan agar industri TPT nasional dapat terus meningkatkan eksistensinya baik di pasar dalam maupun luar negeri.

Saat ini, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan kementerian lainnya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan importasi ilegal produk TPT dalam bentuk ballpress (karung padat).

"Kami juga akan perhatikan dan segera memberlakukan tindakan tegas untuk impor baju bekas yang masuk melalui pelabuhan 'tikus'," tegasnya. (ajg)

Share:

Twitter