BERITA INDUSTRI

Produsen Lampu Berharap Impor LED Dibendung


Kamis, 14 Juli 2016

Sumber  : Kontan Harian

JAKARTA. Produsen lampu berharap pemerintah menerbitkan wajib standar mutu atau Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk lampu jenis light emitting diode (LED). Kalangan produsen lampu menilai, wajib SNI lampu LED bisa melindungi produsen lokal dari serbuan impor.

Jika wajib SNI berlaku, impor LED haru memenuhi standar yang ditentukan. Kebijakan tersebut bisa membendung impor LED yang tak berkualitas yang dijual murah. "Di pasar beredar LED murah dengan harga tak rasional," kata Arief Wibowo, Sales Manager Battery and Lighting PT Panasonic Gobel Indonesia kepada KONTAN, Rabu (13/7).

Permintaan Arief mendapat dukungan John Manoppo, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo). John menyatakan, LED impor ada yang yang dijual mulai ribuan rupiah. "Kalau kita tidak memiliki regulasi, Indonesia akan dibanjiri produk murah. Di negara asalnya, produk murah itu ditolak, kemudian dipasarkan ke Indonesia," kata John.

Selain itu, John berharap SNI wajib LED bisa menjadi insentif untuk industri lampu. Selain Panasonic, ada perusahaan lain yang memproduksi LED, yakni; PT Sinar Angkasa Rumput (Chiyoda), PT Panca Aditya Sejahtera, PT Sentra Solusi Elektrindo (Luxram), PT Hikari (Electra), PT Gunawan Elektrindo (Visicom), PT Shinyoku Indonesia, dan PT Pancaran Indonesia.

Produsen lampu lokal tersebut saat ini berjibaku menghadapi LED impor.

Tahun lalu, John mengindikasikan impor LED mencapai 80 juta unit, naik dua kali lipat dari impor tahun sebelumnya 40 juta unit. Sampai semester I-2016, impor LED sekitar 50 juta. Sementara, produksi lokal tahun 2015 hanya 5 juta, atau 6% dari total pasar LED.

Selain untuk kepentingan industri, Arief menambahkan, SNI wajib LED bermanfaat untuk konsumen. Sebab, diantara ketentuan standar wajib SNI adalah perlindungan konsumen. "Konsumen sering terjebak membeli lampu LED murah tanpa memikirkan faktor keselamatan," ujar Arief.

Masih dalam proses

Pada semester satu tahun ini, produksi LED dan Lampu Hemat Energi (LHE) dalam negeri tercatat 5,1 juta unit. Sebanyak 35% produksi adalah lampu LED. Porsi produksi LED tersebut naik periode sama tahun lalu sebesar 15%.

Menjawab kebutuhan pelaku industri I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian menyatakan pemerintah sedang menyiapkan aturan SNI wajib untuk lampu LED. "Masih kami audit, cuma chip lampu itu kebanyakan impor," kata Putu, Rabu (13/7). Pamela Sarnia

Share:

Twitter