Perizinan/Rekomendasi/Pertimbangan Teknis

Rekomendasi Pertimbangan Teknis Impor Pelek tanpa SNI


Dokumen persyaratan:
  1. Surat Permohonan yang ditujukan kepada Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika. (Ditandatangani oleh penanggungjawab perusahaan)
  2. Formulir Isian
  3. Rencana Impor Pelek yang meliputi :
    - No HS Pelek
    - Uraian Barang/Kategori Pelek
    - Merek Pelek
    - Produsen Pelek
    - Pelabuhan Asal
    - Pelabuhan Tujuan
    - Jumlah Riil Pelek yang akan diimpor
  4. Surat Pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa Pelek yang diimpor sesuai dengan Kategori barang
  5. Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan dan hanya untuk contoh uji agar mendapatkan SPPT-SNI (khusus untuk sertifikasi 1B)
  6. Rekomendasi dari Asosiasi terkait
  7. Surat Perjanjian pembelian antara produsen dan importir
  8. Fotocopy Izin Usaha yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang sesuai peraturan perundang-undangan
  9. Fotocopy Angka Pengenal (API)
  10. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  11. Gambar Teknis dari Kendaraan yang akan diproduksi (khusus untuk R&D Kendaraan, Komponen Ekspor, Karakteristik khusus)
  12. Gambar Teknis Pelek yang akan diimpor
  13. Surat Kuasa Perusahaan bermaterai Rp.6000
Dokumen persyaratan untuk keperluan Barang Contoh dalam Pameran:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan Izin Usaha Industri Pelek Kendaraan Bermotor berlegalisir
  3. Salinan API berlegalisir
  4. Salinan TDP berlegalisir
  5. Salinan SIUP berlegalisir
  6. Surat penunjukan sebagai importir dari produsen Pelek (apabila impor dilaksanakan importir umum)
  7. Surat undangan dari panitia penyelenggara pameran yang menyatakan produsen pemohon Pertimbangan Teknis merupakan peserta pameran
  8. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor merupakan barang contoh dalam pameran
  9. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan di Daerah Pabean Indonesia
  10. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    - merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - jumlah riil pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan Contoh Uji dalam Penerbitan SPPT SNI:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan Surat IUI Pelek kendaraan bermotor berlegalisir (bagi produsen) atau SIUP (bagi produsen dan importir)
  3. Salinan surat permohonan SPPT-SNI kepada LSPro yang telah dilegalisir LSPro bersangkutan
  4. Salinan TDP berlegalisir
  5. API-P (bagi produsen) atau API-U (bagi importir)
  6. Salinan bukti pemesanan pelek dari pembeli kepada produsen
  7. Surat rekomendasi dari Laboratorium Penguji tempat Pelek akan diuji dalam rangka memperoleh SPPT-SNI
  8. Surat Pernyataan bermeterai cukup bahwa Pelek yang diimpor akan melalui proses sertifikasi sistem 1b atau 5b, jika sistem sertifikasi mengalami kegagalan, Pelek akan dimusnahkan oleh pemohon SPPT-SNI
  9. Surat Pernyataan bermeterai cukup bahwa produk yang diimpor digunakan sebagai contoh uji dalam rangka penerbitan SPPT-SNI dengan Sertifikasi Sistem 1b atau 5b.
  10. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    -merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - jumlah riil pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan Contoh Uji untuk Tujuan Validasi Desain pada Industri Kendaraan:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan IUI Kendaraan Bermotor berlegalisir
  3. Salinan TDP berlegalisir
  4. Surat Izin Usaha Perdagangan
  5. Angka Pengenal Impor
  6. Gambar teknis atas desain yang akan divalidasi, melingkupi semua item parameter yang diuji dalam SNI
  7. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor adalah pelek yang digunakan sebagai contoh uji untuk tujuan validasi desain pada industri pelek
  8. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan di Daerah Pabean Indonesia
  9. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    - merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - jumlah riil pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan Contoh Uji untuk Tujuan Validasi Desain pada Industri Pelek:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan Surat IUI Pelek kendaraan bermotor berlegalisir
  3. Salinan TDP berlegalisir
  4. SIUP
  5. Angka Pengenal Importir
  6. Gambar teknis atas desain yang akan divalidasi, melingkupi semua item parameter yang diuji dalam SNI
  7. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor adalah pelek yang digunakan sebagai contoh uji untuk tujuan validasi desain pada industri pelek
  8. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan di Daerah Pabean Indonesia
  9. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    -merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - jumlah riil pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan Di luar ketentuan SNI Wajib:
  1. Surat permohonan
  2. IUI Pelek Kendaraan Bermotor berlegalisir
  3. Surat Izin Usaha Perdagangan
  4. TDP berlegalisir
  5. Angka Pengenal Impor
  6. Gambar teknis Pelek
  7. Bukti pemesanan pelek dari pembeli kepada produsen
  8. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan di Daerah Pabean Indonesia
  9. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    -merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - jumlah riil pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan Kebutuhan Perwakilan Negara Asing:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan SIUP berlegalisir
  3. Salinan API-U berlegalisir
  4. Salinan TDP berlegalisir
  5. Surat penunjukan sebagai importir dari pihak perwakilan Negara asing sebagai importir pelek untuk keperluan khusus (apabila impor pelek dilaksanakan oleh importir umum)
  6. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan pelek yang digunakan untuk keperluan khusus terkait penyediaan komponen pelek kendaraan khususnya untuk kebutuhan perwakilan negara asing
  7. Surat Keterangan dari Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Negara asing bersangkutan
  8. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan di Daerah Pabean Indonesia
  9. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    -merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - jumlah pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan OEM Kendaraan Tujuan Ekspor pada Industri Kendaraan Bermotor:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan Surat IUI kendaraan bermotor berlegalisir
  3. Salinan API berlegalisir
  4. Salinan TDP berlegalisir
  5. Salinan SIUP berlegalisir
  6. Salinan Surat perjanjian pemesanan kendaraan bermotor dari pihak pemesan di luar negeri dengan pihak produsen kendaraan bermotor yang telah dilegalisasi para pihak
  7. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor merupakan komponen dari produk tujuan ekspor
  8. Surat pernyataan bermaterai cukup menyatakan bahwa pelek yang diimpor tidak akan diperdagangkan di Daerah Pabean Indonesia
  9. Menyampaikan penjelasan hal terkait:
    - kapasitas produksi terpasang
    - rencana produksi dalam 1 tahun
    - realisasi produksi minimal 3 tahun terakhir bagi perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 3 tahun, dan realisasi produksi sejak perusahaan dimaksud beroperasi sampai dengan 1 bulan sebelum permohonan
  10. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    -merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - rencana jumlah pelek yang akan diimpor dalam 1 tahun
    - jumlah riil pelek yang akan diimpor
Dokumen persyaratan untuk keperluan OEM pada Kendaraan Bermotor yang Memiliki Karakteristik Khusus:
  1. Surat permohonan
  2. Salinan Surat IUI kendaraan bermotor berlegalisir
  3. Salinan API-P berlegalisir
  4. Salinan TDP berlegalisir
  5. Salinan SIUP berlegalisir
  6. Keterangan teknis tentang karakteristik pelek yang akan digunakan pada kendaraan bermotor
  7. Keterangan teknis tentang karakteristik kendaraan bermotor yang akan diproduksi
  8. Menyampaikan penjelasan hal terkait:
    - kapasitas produksi terpasang
    - rencana produksi dalam 1 tahun
    - realisasi produksi minimal 3 tahun terakhir bagi perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 3 tahun, dan realisasi produksi sejak perusahaan dimaksud beroperasi sampai dengan 1 bulan sebelum permohonan
  9. Rencana impor meliputi:
    - jenis pelek
    -merek pelek
    - nama produsen
    - negara asal impor
    - rencana jumlah pelek yang akan diimpor dalam 1 tahun
    - jumlah pelek yang akan diimpor
Waktu pemrosesan selambat-lambatnya 5 hari kerja setelah seluruh dokumen persyaratan kami terima dengan lengkap dan benar. Pemohon akan mendapat notifikasi melalui SMS dari Kementerian Perindustrian apabila permohonan telah selesai diproses.

Layanan ini TIDAK DIPUNGUT BIAYA.

Informasi lebih lanjut agar menghubungi:
Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan
Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53, Lt. 12 Jakarta Selatan
Telp. (021) 5252946, 5255509 Pes. 2167, 4011 Fax. (021) 5252946

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018