PROFIL SINGKAT PEJABAT KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN



Airlangga Hartarto - Menteri Perindustrian

Lahir di Surabaya pada tahun 1962, Airlangga Hartarto menjabat Menteri Perindustrian sejak 27 Juli 2016. Alumnus Jurusan Teknik Mesin di Universitas Gajah Mada (UGM) ini pernah menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) selama 3 periode dari tahun 2005-2014, Sekjen ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) tahun 2005, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2006-2009, Ketua Dewan Insinyur PII 2009-2015, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Gajah Mada Yogyakarta (2002-2012), Wakil Ketua Umum Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA) (2005-2009), dan Anggota Dewan Penasihat KAGAMA (2009-2014).

Saat menjabat sebagai Ketua Keluarga Alumni Fakultas Teknik UGM (KAGAMA) pada tahun 2003, ia memprakarsai Herman Johannes Award, suatu penghargaan bagi inovasi teknologi. Sebelum dilantik sebagai Menperin, Airlangga merupakan anggota DPR RI Komisi XI yang meliputi bidang keuangan, perencanaan pembangunan, dan perbankan. Pada periode 2009-2014, ia menduduki posisi Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi perindustrian, UKMK, Investasi, dan BUMN setelah sebelumnya menjadi anggota Komisi VII DPR RI di periode tahun 2006 – 2009 yang membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek.

Gelar pendidikan yang juga diraih adalah Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia (1997) serta Master of Management Technology (MMT) dari The University of Melbourne, Australia (1996). Penghargaan yang pernah diterima oleh mantan ketua OSIS di SMA Kanisius Jakarta tersebut di antaranya ASEAN Engineering Honorary Fellow dari Asean Federation of Engineering Organization di Myanmar pada tahun 2004, Founding Fellow Asean Academy of Engineering Technology 2004, Australian Alumni Award for Entrepreneurship 2009, serta Satya Lencana Wira Karya 2014. Ia juga menulis beberapa buku, yaitu "Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia" (2004), “Membangun Kemandirian, Mewujudkan Kedaulatan Ketahanan Energi Nasional” (2014), dan “Merajut Asa: Membangun Industri, Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkeadilan” (2016).





Syarif Hidayat - Sekretaris Jenderal

Lahir, di Bogor 1956, menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian sejak tahun 2015, dan sebelumnya menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (2014-2015), Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (2011-2014), Direktur Industri Elektronika dan Telematika (2010-2011), Direktur Industri Elektronika (2008-2010), serta Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan (2005-2008).

Meraih Sarjana Teknik Metalurgi tahun 1983 Universitas Indonesia, dan Magister Manajemen tahun 1999 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, Jakarta. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2001 dan 2005.




Panggah Susanto - Direktur Jenderal Industri Agro

Pria kelahiran Temanggung 1958 ini, menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (2013-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur tahun 2010, Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan tahun 2008, serta Direktur Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Departemen Perindustrian dan perdagangan tahun 2005.

Meraih Sarjana Teknik Kimia pada 1984 Institut Teknologi Bandung, dan Magister Manajemen pada 1997 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2001 dan 2007.




Achmad Sigit Dwiwahjono - Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka

Pria yang lahir di Malang 1960 ini, merupakan Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka, pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III tahun 2010, Atase Perindustrian di Tokyo tahun 2007 - 2010 dan Kepala Bagian Program dan Evaluasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia tahun 2005 - 2007. Peraih Sarjana Teknik Kimia tahun 1985 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menyelesaikan pendidikan Magister Kebijakan Publik di Saitama University, Jepang. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2001.




I Gusti Putu Suryawirawan - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika

Pria kelahiran Surabaya tahun 1958 ini merupakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, setelah sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah I sejak tahun 2011 hingga 2015.

Sarjana Teknik Industri tahun 1982 dari Institut Teknologi Bandung ini pernah menjabat Direktur Industri Material Dasar Logam (2010-2011), Direktur Industri Logam (2005-2010), Direktur Industri Logam, Mesin dan Maritim (2004-2005), serta Direktur Industri Teknologi Informasi dan Elektronika (2001-2004).

Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun pada tahun 1998.




Euis Saedah - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah

Lahir di Bandung 1956, menjabat Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian tahun 2010 - sekarang. Sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Industri tahun 2008 di Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Kepala Bidang Kerjasama Fora Internasional di Ditjen Kerjasama Internasional Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga di Biro Umum dan Humas Sekretariat Jenderal.

Meraih Sarjana Sastra Inggris tahun 1989 Universitas Nasional dan Magister Human Resources Developmen tahun 1995 dari Manchester U.K. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2000, Satyalancana Karya Satya 30 oleh Kementerian Sekretariat Negara pada tahun 2013.




Imam Haryono - Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri

Lahir di Sukoharjo 1961, menjabat Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian tahun 2014 - sekarang. Sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal tahun 2010 - 2014. Pernah menjadi Kepala Biro Perencanaan pada Sekretariat Jenderal tahun 2008 - 2010, Direktur Industri Minuman dan Tembakau tahun 2005 - 2008 pada Direktorat Jenderal Industri Agro, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan tahun 2002 - 2005 pada Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Meraih Sarjana Pengolahan Hasil Pertanian tahun 1984 dari Universitas Gadjah Mada dan Magister jurusan Food And Nutrition Science tahun 1990 University of Agriculture, Jepang sedangkan gelar Doktoral Agricultural Chemistry diraih di Tokyo University of Agriculture tahun 1995. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun oleh Presiden RI pada tahun 2001 dan 2005.




Harjanto - Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional

Lahir di Bandung 1961, menjabat Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional sejak Juni 2016.

Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (2015-2016), Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (2014-2015), Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah I dan Multilateral tahun 2010. Pernah menjadi Atase Perindustrian pada KBRI Brussel tahun 2007, dan pernah menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Iklim Usaha pada Direktorat Industri Logam tahun 2006.

Meraih Sarjana Teknik Metalurgi tahun 1986 dari Universitas Indonesia dan Magister jurusan Mechanical Engineering tahun 1992 dari KEIO University. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 pada tahun 2006.




Soerjono - Inspektur Jenderal

Pria kelahiran tahun 1959 di Gresik ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Industri Alat Transportasi Darat sejak tahun 2013. Pernah menjabat sebagai Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan, dan Alat Pertahanan pada tahun 2010 – 2013.
Meraih Sarjana Teknik Perkapalan tahun 1986 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Magister Marketing Manajemen tahun 1995 dari IPPM.




Haris Munandar N. - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Lahir di Lampung 1959, merupakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri sejak 2010 – Mei 2015. Sebelumnya pernah menjabat Kepala Pusat Data dan Informasi pada Sekretariat Jenderal tahun 2008 - 2010, Konsul Perdagangan pada Konsulat Jenderal di Hongkong tahun 2006 - 2008, Konsul Jenderal RI di Hongkong pada Atase Perindustrian dan Perdagangan tahun 2004 - 2006, Kepala Bidang Basis Data dan Analisa Data pada Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal tahun 2001 - 2004. Meraih Sarjana Administrasi Negara tahun 1989 di STIA LAN RI, Magister Graduate School of International Development Studies tahun 1996 di Nagoya University, dan Doktoral Ph.D in International Cooperation Studies tahun 2000 dari Nagoya University.

Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2000 dan 2003, Research Fund oleh Setsu Taro Kobayasi Fuji Xeros Jepang tahun 1998, Beasiswa Strata Tiga Oleh Departemen Keuangan, Jepang tahun 1996, Beasiswa Strata Dua oleh Departemen Keuangan, Jepang tahun 1994.




Ngakan Timur Antara - Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Struktur Industri

Lahir di Gianyar 1959. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup pada Balai Pengembangan dan Penelitian Industri dan pernah menjabat Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas di Bandung.

Meraih Sarjana Teknologi Pertanian tahun 1982 dari Institut Pertanian Bogor dan Doktoral (Doctor of Philosophy in Food Science) tahun 1992 dari University of Leeds, Inggris. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun pada tahun 2002 dan Satyalancana Karya XX tahun pada tahun 2006.




Dharma Budhi - Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Pria kelahiran Bandung tahun 1958 ini pernah menjabat sebagai Atase Perindustrian dan Perdagangan pada KBRI di Ottawa dan terakhir menjabat sebagai Direktur Ketahanan Industri pada Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional.

Meraih Sarjana Ekonomi tahun 1983 dari Universitas Padjadjaran dan Magister International Business tahun 1991 dari GSBA University of Miami. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun pada tahun 1998.





Dyah Winarni Poedjiwati - Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya Industri

Lahir di Cimahi 1958, saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya Industri dan Teknologi Kementerian Perindustrian tahun 2013 - sekarang. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Litbang Iklim Usaha Analisa Industri tahun 2005, Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Internasional tahun 2008, Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional tahun 2010.

Meraih gelar Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1983, dan Magister Business Administration In International tahun 1995 International University Of Japan.


Sanwani Mahmud - Kepala Biro Perencanaan

Pria kelahiran tahun 1957 di Cirebon ini dilantik kembali sebagai Kepala Biro Perencanaan pada Januari 2016, dimana sejak Maret 2014 menduduki jabatan yang sama. Sebelumnya pernah menjabat Kepala Biro Keuangan periode Agustus 2005 – Maret 2014 dan Kepala Bagian Keuangan pada Maret 1996 - Agustus 2005. Meraih Sarjana Ekonomi Perusahaan tahun 1980 di Universitas Jayabaya, dan Magister Manajemen Keuangan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi – IPWI Jakarta tahun 1996. Penghargaan yang diraihnya Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2000 dan 2004.


Achmad Sanusi - Kepala Biro Kepegawaian

Kelahiran Jakarta tahun 1958 ini dilantik kembali sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Januari 2016, dimana sebelumnya menduduki jabatan yang sama sejak Juli 2014. Meraih gelar Sarjana Administrasi Negara di Universitas Terbuka tahun 1989 dan Magister of Public Administration, University of Pitts Burgh USA tahun 1995 ini sebelumnya menjabat Kepala Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah tahun 2010 - Juli 2014. Penghargaan yang diraih Satyalancana Karya Satya 20 dan 30 tahun pada tahun 1997 dan 2008.


Fauzi Saberan - Kepala Biro Keuangan

Pria yang lahir di Rantau 1959 ini dilantik kembali sebagai Kepala Biro Keuangan pada Januari 2016, dimana sebelumnya menduduki jabatan yang sama sejak Maret 2014. Lulusan Sarjana Ekonomi Perusahaan di Universitas Islam Indonesia tahun 1984 ini pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pelaksanaan Anggaran Biro Keuangan sejak Agustus 2005 – Maret 2014, dan pernah menjabat Kepala Sub. Bagian Perbendaharaan Biro Keuangan dan Perlengkapan tahun 2001-2005. Penghargaan yang diraih Satyalancana Karya Satya 10 tahun pada tahun 2001.


Setia Utama - Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Pria kelahiran tahun 1961 di Jakarta ini dilantik menjadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat pada Februari 2016. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Informasi Industri sejak November 2010. Meraih gelar Sarjana Elektronika di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta.


Mujiyono - Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri

Kelahiran Sragen 1958 ini dilantik kembali sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri pada Januari 2016, yang sebelumnya menduduki jabatan sama sejak tahun 2011. Sarjana Pendidikan Umum tahun 1986 di IKIP Jakarta dan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia tahun 1997 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta ini sebelumnya menjabat Sekretaris Inspektorat Jenderal tahun 2010 - 2011, Inspektur Wilayah III tahun 2007 - 2010 dan Kepala Bagian Pengembangan Pegawai pada Biro Kepegawaian, Sekretariat Jenderal tahun 2005 - 2007. Penghargaan yang diraihnya Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 1997 dan 2002.


Hartono - Kepala Pusat Data dan Informasi

Diangkat menjadi Kepala Pusat Data dan Informasi sejak tahun 2016 hingga sekarang.

Pria kelahiran Jepara 1957 ini menamatkan pendidikannya sebagai Sarjana Administrasi Negara tahun 1989 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - Lembaga Administrasi Negara (STIA - LAN), Jakarta. Sebelumnya pernah menjabat Pusat Komunikasi Publik (2010-2016), Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi pada Biro Umum dan Humas (2005-2010), serta Kepala Bagian Publikasi dan Media Massa pada Biro Umum dan Humas (2001-2005).


Enny Ratnaningtyas - Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro

Kelahiran Banjarmasin 1960 adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro yang diangkat kembali pada Januari 2016, dimana sebelumnya menduduki jabatan sama sejak Maret 2014. Pernah menjabat sebagai Direktur Industri Minuman dan Tembakau periode 2010 - 2014 dan Kepala Sub Direktorat Program pada Direktorat Industri Minuman dan Tembakau tahun 2005 - 2010. Meraih gelar Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia tahun 1984 di Institut Pertanian Bogor dan Magister In Agricultural and Resource Economics tahun 1993 di Colorado State University, Amerika Serikat. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Pemerintah RI tahun 1998.


Edy Sutopo - Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan

Kelahiran Kendal, Jawa Tengah tahun 1964 ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Industri Hasil Perkebunan - Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut dan Perika sejak Oktober 2010 dan dilantik menjadi Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan pada Februari 2016. Meraih gelar Sarjana Teknik Kimia tahun 1991 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya serta Magister Ilmu Perencanaan dan Kebijaksanaan Publik tahun 2001 di Universitas Indonesia.


Abdul Rochim - Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan

Lahir di Tuban, Jawa Timur 1961, merupakan Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan yang diangkat kembali pada Januari 2016, dimana sebelumnya menjabat posisi yang sama sejak Maret 2014. Pernah menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro (2010 - 2014), dan Kepala Bagian Program dan Evaluasi pada Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia pada 2007 - 2010, Kepala Sub Direktorat Program pada 2007 serta Kepala Sub. Direktorat Kerjasama Industri dan Promosi Investasi 2005 - 2007. Meraih Sarjana Teknologi Ekonomi Industri Gas dan Petrokimia tahun 1989 di Universitas Indonesia, dan Magister Ilmu Administrasi tahun 2000 dari Universitas Indonesia. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 30 tahun oleh Kementerian Sekretariat Negara tahun 2012, Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan tahun 2000.


Willem Petrus Riwu - Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar

Lahir di Kupang tahun 1959, merupakan Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (Agustus 2014 - sekarang). Sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengembangan Model Industrial pada Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri tahun 2010 - Agustus 2014 dan Kepala Bidang Pengembangan Model pada Puslitbang Iklim Usaha dan Analisa Industri pada tahun 2007 - 2010. Meraih Sarjana Statistika tahun 1986 di Institut Pertanian Bogor, dan Magister Manajemen STIE Budi Luhur pada tahun 2000.


Muhammad Khayam - Direktur Industri Kimia Hulu

Pria kelahiran Jakarta 1962 ini, diangkat menjadi Direktur Industri Kimia Dasar pada Maret 2014 sampai sekarang. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub. Direktorat Industri Kimia Organik Dasar pada Direktorat Industri Kimia Dasar, Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur, 2010 – 2014, Kepala Sub. Direktorat Kerjasama Industri dan Promosi Investasi, pada Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia dari tahun 2007-2010. Meraih gelar sebagai Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung tahun 1990 dan Magister Teknik Mesin dari Universitas Indonesia tahun 2002. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya X tahun pada tahun 2001.


Teddy Caster Sianturi - Direktur Industri Kimia Hilir

Lahir di Jakarta 1960, merupakan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian yang diangkat tahun 2011 – sekarang, dan sebelumnya pernah menjabat Kepala Sub Direktorat Industri Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan pada 2010 - 2011, Kepala Subdit Program tahun 2008 - 2010. Meraih Sarjana Teknik Mesin tahun 1990 di Sekolah Tinggi Teknik Jakarta, dan Magister Ilmu Ekonomi tahun 1996 di Vanderbilt University, Amerika Serikat tahun 1996. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun oleh Presiden RI pada tahun 1999 dan 2009.


Toeti Rahajoe - Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam

Kelahiran Surabaya 1957, Direktur Industri Kimia Hilir ini dilantik Oktober 2010 sampai sekarang. Sebelumnya menjabat Kepala Sub Direktorat Standardisasi dan Teknologi pada Direktorat Industri Kimia Hulu tahun 2005 - 2010. Pada 1982, meraih gelar Sarjana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan tahun 1997 meraih Magister dari STIE IPWI, Jakarta. Penghargaan yang diraih Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2000 dan 2005.


Muhdori - Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka

Diangkat sebagai Kepala Biro Umum pada Oktober 2010 hingga sekarang. Pria yang lahir di Kebumen 1959 ini juga pernah menjabat Kepala Biro Umum dan Humas tahun 2007 - 2010, dan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Departemen pada Biro Umum dan Humas tahun 2005 - 2007. Menyelesaikan Sarjana Administrasi Niaga dari Universitas Jakarta tahun 1987 dan Magister Kriminologi tahun 2003 di Universitas Indonesia. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 30 tahun pada tahun 2000 dan 2013.


Hasbi Assiddiq Syamsuddin - Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika

Lahir di Palopo, Sulawesi Selatan 1960 ini, merupakan Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika. Sebelumnya pernah menjabat Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan yang diangkat tahun 2013. Sarjana Teknik Elektro tahun 1986 Universitas Hasanuddin ini pernah menjabat sebagai Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah III pada Direktorat Industri Kecil dan Menengah tahun 2010 - 2013 serta Kepala Sub Direktorat Standardisasi dan Teknologi pada Direktorat Industri Telematika tahun 2006 - 2010. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2007 dan 2013.


Arus Gunawan - Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian

Lahir di Lamongan 1965, merupakan Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Inspektorat Jenderal pada Maret 2014. Sarjana Teknik Elektro lulusan 1993 dari Yayasan Perguruan Tinggi Cikini ini sebelumnya menjabat Kepala Sub. Direktorat Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen pada Direktorat Industri Elektronika dan Telematika, Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi tahun 2011 - 2014, serta Kepala Sub. Direktorat Program, Evaluasi dan Pelaporan pada Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin tahun 2010 - 2011.


Yan Sibarang Tandiele - Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan

Sebelumnya pernah menjabat Kepala Sub Direktorat Industri Komponen pada Direktorat Industri Alat Transportasi Darat sejak Mei 2012 serta Kepala Sub Direktorat Industri Perkapalan pada Direktorat Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan sejak Oktober 2010. Pria kelahiran tahun 1965 ini dilantik menjadi Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan pada Februari 2016. Meraih gelar Sarjana Teknik Perkapalan tahun 1991 di Universitas Hasanudin, Makassar serta Magister Teknik Industri tahun 2001 di Osaka Prefecture University, Jepang.


Roy Sianipar - Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah

Kelahiran Medan 1959, merupakan Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah II yang dilantik Maret 2014. Sarjana Teknik Kimia tahun 1986 Institut Teknologi Bandung serta Magister Manajemen tahun 1997 STIE IPWI Jakarta ini sebelumnya menjabat Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah I tahun 2010 - 2014, serta Kepala Sub Direktorat Standardisasi dan Teknologi pada Direktorat Industri Kimia dan Bahan Bangunan tahun 2005 - 2010.


Sudarto - Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur

Lahir di Sukoharjo 1958, merupakan Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri sejak tahun 2012, Kepala Sub. Direktorat Industri Kimia Hilir Lainnya pada Direktorat Industri Kimia Hilir tahun 2010 - 2012 dan Kepala Sub. Direktorat Program tahun 2007 - 2010. Meraih Sarjana Teknik Kimia tahun 1985 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Magister Manajemen Universitas Satyagama tahun 1996, Doktoral Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Jakarta tahun 2010, dan Doktoral Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro tahun 2012. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2001 dan 2008.


Gati Wibawaningsih - Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan

Kelahiran Bogor 1961, merupakan Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi pada Maret 2014. Sarjana Teknik Kimia lulusan tahun 1985 Institut Teknologi Tekstil, Bandung dan Magister Ekonomi dari Vanderbilt University, Amerika Serikat ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah II tahun 2010 - 2014, Kepala Bagian Penyusunan Program dan Kerjasama tahun 2010 dan Kepala Sub Direktorat Perindustrian dan Perdagangan pada Direktorat Bina Usaha, Deputi Operasi tahun 2009 - 2010. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Presiden RI pada tahun 2001.


Endang Suwartini - Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut

Lahir di Purworejo 1960, merupakan Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah III yang diangkat pada September 2013. Sarjana Peternakan tahun 1983 Universitas Gadjah Mada dan Magister Ekonomi Pertanian tahun 1994 ini pernah menjabat Kepala Sub. Direktorat Industri Software dan Konten pada 2011 - 2013 dan Kepala Sub Direktorat Program, Evaluasi dan Pelaporan pada Direktorat Industri Maritim dan Kedirgantaraan tahun 2010 - 2011.


Restu Yuni Widayati - Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri

Lahir di Ponorogo 1966, merupakan Sekretaris Diretorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri, Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah II dan Regional pada bulan Agustus tahun 2014. Sarjana Pertanian Tanaman Pangan dan Gizi tahun 1988 dari Institut Pertanian Bogor, dan Magister Economic tahun 1997 di University of Colorado ini pernah menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional tahun 2013 - bulan Juli 2014, Kepala Sub Direktorat Regional pada Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional Wilayah II dan Regional tahun 2010 - 2013.


Budhi Setyanto - Direktur Pengembangan Wilayah Industri I

Pria yang lahir di Ambarawa 1956 ini, merupakan Direktur Pengembangan Wilayah Industri I, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah II yang diangkat pada Maret 2014. Sarjana Teknologi Pertanian tahun 1983 dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan Magister Administrasi Bisnis tahun 1992 dari University of New Orleans – USA ini pernah menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (2010-2014), Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Iklim Usaha dan Analisa Industri tahun 2008 - 2010 dan Kepala Bagian Program Investasi pada Biro Perencanaan tahun 2005 - 2008 serta Atase Perdagangan pada KBRI di Bonn, Jerman tahun 2000 - 2005.


Busharmaidi - Direktur Pengembangan Wilayah Industri II

Kelahiran Bukit Tinggi 1958 ini adalah Direktur Pengembangan Wilayah Industri II. Sebelumnya pernah menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika tahun 2008 - 2010, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Barat tahun 2007 - 2008.

Meraih gelar Sarjana Statistika pada tahun 1982 dan Magister Pengembangan Wilayah Pedesaan tahun 1991 di Institut Pertanian Bogor. Sedangkan gelar Doktoral Ilmu-ilmu Pertanian Pemusatan Pembangunan Pertanian pada tahun 2007 diperoleh dari Universitas Andalas. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 20 dan 30 tahun oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2004 dan 2013, Satyalancana Karya Satya 30 tahun oleh Kementerian Sekretariat Negara tahun 2013.



Ignatius Warsito - Direktur Pengembangan Wilayah Industri III

Kelahiran Surakarta 1964, merupakan Direktur Pengembangan Wilayah Industri III. Sebelumnya pernah menjabat Direktur Industri Elektronika dan Telematika yang dilantik pada bulan Oktober 2014. Sarjana Teknik Kimia tahun 1988 dari Universitas Diponegoro serta Master of Business Administration, Cleveland State University, USA ini pernah menjabat sebagai Kasubdit Program, Evaluasi, dan Pelaporan Dit. Ind. Elektonika dan Telematika pada Juli - Oktober 2014, dan Atase Perindustrian pada KBRI Tokyo pada tahun 2011 - 2014.


Riris Marhadi - Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional

Lahir di Wonogiri tahun 1958, merupakan Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional yang diangkat bulan Agustus 2014 hingga sekarang. Magister Manajemen dari STIE IPWIJA ini pernah menjabat Kepala Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan Sekretariat Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional tahun 2010 - bulan Juli 2014, Kepala Bidang Kerjasama Fora Internasional tahun 2008 - 2010, dan Kepala Sub Bidang Bantuan Proyek Luar Negeri pada Pusat Administrasi Kerjasama Internasional pada 2005 - 2008. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 1998 dan 2010.


Putu Juli Ardika - Direktur Akses Pasar Industri Internasional

Kelahiran tahun 1965 di Banjar, Bali ini dilantik menjadi Direktur Akses Pasar Industri Internasional pada Februari 2016. Sebelumnya menjabat sebagai Atase Perindustrian pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels sejak Februari 2014. Meraih gelar Sarjana Pemuliaan Tanaman tahun 1989 di Universitas Mataram serta Magister Management Science and Public Policy Studies tahun 2001 di The University of Tsukuba, Jepang.


Anastasius Riyanto - Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional

Lahir di Pontianak 1958, merupakan Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah I dan Multilateral yang diangkat bulan Agustus 2014 hingga sekarang. Master Of Arts In International Relations dari International University of Japan ini pernah menjabat Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah II dan Regional tahun 2010 - bulan Juli 2014, Kepala Bidang Bantuan Luar Negeri tahun 2005 - 2010, dan Kepala Sub Direktorat Asia Barat dan Selatan tahun 2004 - 2005 di Kementerian Perindustrian. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 1997 dan 2000.


Zulmalizar - Sekretaris Inspektorat Jenderal

Lahir di Pariaman, Sumatera Barat 1957, merupakan Sekretaris Inspektorat Jenderal. Sebelumnya menjabat Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik dari tahun 2012, Kepala Bagian Kepegawaian pada Sekretariat Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri tahun 2005 - 2012. Meraih Sarjana Ekonomi Umum Universitas Krisnadwipayana Jakarta tahun 1986, dan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA tahun 2004. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 1996 dan 2005.


Pranata - Inspektur I

Pria kelahiran Sleman 1961 ini merupakan Inspektur I pada Inspektorat Jenderal. Sebelumnya menjabat Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan pada Maret 2014. Meraih gelar Sarjana Teknik Kimia 1988 dari Universitas Gadjah Mada dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Sub. Direktorat Industri Selulosa dan Karet (2010 - Maret 2014) pada Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 20 oleh Kementerian Sekretariat Negara tahun 2012 dan 10 tahun oleh Pemerintah RI tahun 2001.


Edy Waspan - Inspektur II

Sarjana Administrasi Niaga tahun 1989 dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yayasan Pembina Pendidikan Administrasi Niaga dan Negara (STIA YAPPANN) Jakarta dan lulus Magister Manajemen Sumber Daya Manusia tahun 2006 dari Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta, menjabat sebagai Inspektur II sejak 2011. Pria kelahiran Jakarta 1958 ini pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian di Sekretariat Inspektorat Jenderal, tahun 2010 - 2011, Kepala Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan dari tahun 2008 - 2010. Penghargaan yang dicapai Satyalancana Karya Satya 20 tahun pada tahun 2000.


Zakiyudin - Inspektur III

Lahir di Banda Aceh tahun 1960 ini dilantik menjadi Direktur Industri Elektronika dan Telematika pada Januari 2016. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengkajian Teknologi dan Hak Kekayaan Intelektual sejak Maret 2014. Pernah sebagai Atase Perdagangan Pada KBRI Di Copenhagen - Denmark - Atase Perindustrian Dan Perdagangan pada tahun 2000 – 2005. Meraih Sarjana Teknologi Kimia di Institut Teknologi Bandung tahun 1986 dan Magister Economic di New Mexico State University, Amerika Serikat tahun 1993.


Kris Widiarso - Inspektur IV

Lahir di Yogyakarta 1957, adalah Inspektur IV pada Inspektorat Jenderal, yang dilantik Maret 2014. Sarjana Ekonomi Umum tahun 1983 di Universitas Gadjah Mada dan Magister In European Economic Studies tahun 1998 di Univesity Of Leicester, Inggris ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal (2011-2014) serta Inspektur III pada 2010 - 2011. Penghargaan yang dicapai Satyalancana Karya Satya 10 tahun pada tahun 2000.


Yang Yang Setiawan - Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Lahir di Purwakarta 1958, diangkat dan dilantik sebagai Sekretaris Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri pada Maret 2014. Sarjana Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian tahun 1980 Institut Pertanian Bogor, dan Magister In Agricultural Engineering tahun 1986 dari Cranfield Institute of Technology, Inggris ini pernah menjabat Kepala Balai Besar Industri Agro dari tahun 2004 – 2014, serta Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri Tanjung Karang tahun 2003 - 2004.


Herman Supriadi - Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan

Pria kelahiran tahun 1963 di Lebak, Banten ini dilantik menjadi Direktur Industri Kimia Hilir pada Februari 2016. Sebelumnya, sejak Agustus 2013, menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Program, Evaluasi dan Pelaporan serta sejak Mei 2012 menduduki jabatan Kepala Sub Direktorat Industri Material Dasar Logam Lainnya pada Direktorat Industri Material Dasar. Meraih gelar Sarjana Teknik dan Manajemen Industri di Universitas Pasundan, Bandung serta gelar Magister Institut Pertanian Bogor.


Lintong Sopandi Hutahaean - Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup

Lahir di Bandung 1958, merupakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup. Sebelumnya menjabat Kepala Balai Besar Keramik yang diangkat 2010, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Alih Teknologi tahun 2008 - 2010, Kepala Bagian Hukum dan Iklim Usaha tahun 2008 pada Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia.

Memperoleh Sarjana Teknik Kimia tahun 1984 di Institut Teknologi Bandung, Magister Teknik Kimia tahun 1995 di University Of South Carolina, dan Doktoral Teknik Kimia tahun 2000 di University of South Carolina. Penghargaan yang diraih yaitu Cargill Award Of Extraction oleh American Institute of Chemical Enginers tahun 1999.


Made Dharma Harthana - Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri

Lahir di Singaraja, Bali 1956, merupakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi sejak tahun 2012, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta sejak Nopember 2010 – Desember 2011.

Menyelesaikan Sarjana Teknik Mesin tahun 1983 di Institut Teknologi Bandung dan Magister Administrasi Bisnis tahun 1994 di University of Detroit Mercy, Amerika Serikat. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10, 20dan 30 tahun pada tahun 2001, 2007, 2013. Penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun dari Kementerian Sekretaris Negara tahun 2014


Tony T.H. Sinambela - Kepala Pusat Standardisasi Industri

Pria kelahiran Palembang 1960 ini menjabat sebagai Kepala Pusat Standardisasi sejak tahun 2010 hingga sekarang, dan pernah menjadi Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri di Semarang tahun 2009 - 2010 serta Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya tahun 2007 - 2009.

Meraih Sarjana Teknik Industri tahun 1984 di Institut Teknologi Bandung dan Master Of Systems Engineering (MSE) tahun 1992 di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT). Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun oleh Presiden RI pada tahun 1993.


Eddy Siswanto - Kepala Balai Besar Logam dan Mesin

Lahir di Yogyakarta 1959, merupakan Kepala Balai Besar Logam dan Mesin tahun 2012 sampai saat ini. Sebelumnya menjabat Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Semarang tahun 2010 - 2012, Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah III tahun 2010, Direktur Industri Pangan tahun 2010. Meraih Sarjana jurusan Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor tahun 1984 dan Magister jurusan Agri Bisnis Manajemen di Mississippi State University tahun 1992. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 20 tahun pada tahun 2009.


Umar Habson - Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan

Lahir di Kuripan (Sumatera Selatan) 1958, merupakan Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan, Jakarta yang diangkat Maret 2014, sebelumnya menjabat Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri di Padang Sumatera Barat tahun 2010 - 2014. Meraih Sarjana Teknik Kimia tahun 1985 di Universitas Sriwijaya dan Magister Manajemen tahun 2005 di Universitas Lampung. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana oleh Sekretaris Negara tahun 2006.


Rochmi Widjajanti - Kepala Balai Besar Industri Agro

Lahir di Surabaya 1956, merupakan Kepala Balai Besar Indstri Agro yang diangkat 2014, Sebelumnya pernah menjabat Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan, Jakarta 2010 - 2014, Kepala Bidang Pengembangan Kebijakan Teknologi Industri tahun 2009 - 2010 dan Kepala Bidang Perumusan Standar pada Pusat Standardisasi Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri tahun 2005 - 2009. Meraih Sarjana jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tahun 1982, Master of Engineering University of Toronto, Kanada tahun 1994.

Penghargaan yang diraih Peserta terbaik kedua latihan Tenaga Penguji Pulp dan Kertas tahun 1985, Pengajar Penataran Spesialisasi Boga/Gizi tahun 1995, Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 1998 dan 2012.


Supomo - Kepala Balai Besar Keramik

Lahir di Solo 1955, merupakan Kepala Balai Besar Keramik. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung yang diangkat Maret 2014, Teknisi Litkayasa pada Balai Riset dan Standardisasi Semarang pada tahun 2005 - 2014 dan meraih gelar Sarjana Mesin pada tahun 1981 dari Universitas Diponegoro, Semarang. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 20 dan 10 tahun pada tahun 2009.


Sony Sulaksono - Kepala Balai Besar Tekstil

Lahir di Bandung 1962, merupakan Kepala Balai Besar Tekstil yang diangkat tahun 2014 sampai sekarang. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Baristand Industri Pontianak tahun 2009-2014. Kepala Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi pada tahun 2007-2009. Meraih Sarjana Teknik Mesin tahun 1989 di Institut Teknologi Bandung, dan Master of Business Studies tahun 1998 di Institut Massey University.


Budi Susanto - Kepala Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Standardisasi sejak Oktober 2009 dan dilantik menjadi Kepala Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung pada Februari 2016. Kelahiran tahun 1962 di Kebumen, Jawa Tengah ini meraih gelar Sarjana Teknik dan Manajemen Industri tahun 1992 serta Magister Teknik dan Manajemen Industri tahun 2006 di Univeritas Pasundan, Bandung.


Andoyo Sugiharto - Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas

Lahir di Yogyakarta 1959, merupakan Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas (Agustus 2014 - sekarang). Sebelumnya menjabat Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan di Makassar (2011 - Juli 2014), Kepala Bagian Tata Usaha tahun 2009 - 2011. Meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian tahun 1982 di Institut Pertanian Bogor, dan Magister In Applied Biology/Biotechnology, Georgia Institute of Technology tahun 1993. Penghargaan yang diraih yaitu Satyalancana Karya Satya 10 dan 30 tahun pada tahun 1998 dan 2013.


Isananto Winursito - Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik

Dilantik sebagai Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta pada Februari 2016. Sebelumnya pernah menjabat Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado sejak Maret 2010. Pria Kelahiran Yogyakarta tahun 1958 ini meraih gelar Sarjana Pengolahan Hasil Pertanian tahun 1983 di Universitas Gadjah Mada, Magister Applied Chemistry tahun 1990 di Keio University, Jepang, dan Doktoral Applied Chemistry tahun 1998 di Keio University, Jepang.


Titik Purwati Widowati - Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Kelahiran Yogyakarta tahun 1961 ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi sejak Februari 2007 serta dilantik menjadi Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang pada Februari 2016. Meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian tahun 1984 serta lulus Magister Pertanian tahun 1997 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


Abd Rachman Supu - Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Pria kelahiran tahun 1959 ini dilantik Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Makassar pada Februari 2016, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha sejak Juli 2014 dan Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik sejak Februari 2007. Meraih gelar Sarjana Administrasi Negara tahun 1989 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara serta Magister Manajemen SDM tahun 2013 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.


Twitter