BERITA INDUSTRI

Konsumsi Susu Masih 11,09 Liter per Kapita


Sumber: Jurnal Nasional

KONSUMSI susu masyarakat Indonesia terbilang rendah atau kisaran 11,09 liter per kapita per tahun dibandingkan sejumlah negara di ASEAN sekira 20 liter per kapita per tahun.

Dirjen Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengatakan pertumbuhan sektor industri pengolahan susu pada tahun 2013 sebesar 12 persen atau meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 10 persen.

"Di sisi lain, konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia akan terus ditingkatkan karena saat ini baru mencapai 11,09 liter per tahun, masih jauh di bawah konsumsi per kapita negara-negara ASEAN lainnya yang mencapai lebih dari 20 liter per kapita per tahun," katanya pada acara peresmian pembangunan pabrik pengolahan susu PT Fontera Brands Manufacturing Indonesia di Jakarta, Rabu (26/3).

Sementara itu, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri (SSDN) untuk susu olahan dalam negeri saat ini sekitar 3,3 juta ton per tahun, dengan pasokan bahan baku susu segar dalam negeri 690 ribu ton per tahun (21 persen) dan sisanya sesebsar 2,61 juta ton (79 persen) masih harus diimpor dalam bentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, dan butter milk powder dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

"Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi usaha peternakan sapi perah di dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan mutu susu segar yang berdaya saing, sehingga secara bertahap kebutuhan bahan baku susu untuk industri dapat dipenuhi dari dalam negeri," katanya.

Dia mengatak pendirian pabrik Fonterra tersebut menjadi salah satu wujud nyata implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang terletak di Koridor Ekonomi (KE) Jawa. Serta mempunyai makna penting bagi Indonesia khususnya dalam memenuhi kebutuhan produk susu olahan untuk masyarakat. Selain itu, dengan berdirinya pabrik ini akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Cikarang dan umumnya di Provinsi Jawa Barat.

"Berdirinya PT Fonterra Brands Manufacturing Indonesia di Cikarang dengan investasi sebesar Rp357 miliar dan kapasitas 12 ribu ton per tahun nantinya akan menyerap tenaga kerja sebanyak 150 orang, sehingga dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan investasi di dalam negeri serta penyerapan tenaga kerja," katanya.

Direktur Pelaksana Fonterra Asia Pacific, Middle East and Africa (APMEA) Pascal De Petrini memprediksi permintaan akan produk susu di Indonesia akan terus tumbuh sekitar lima persen per tahun hingga tahun 2020. Pabrik Fonterra yang hari ini diresmikan, diharapkan akan mulai beroperasi pada Maret 2015.

"Investasi ini akan membantu kami untuk memenuhi peningkatan permintaan produk susu di Indonesia," katanya.

Sebagai catatan, berdasarkan data Kemenperin, perkembangan ekspor dan impor produk olahan susu tahun 2011-2013 adalah sebagai berikut. Pada 2011, ekspor produk olahan susu mencapai 43.486 ton atau setara US$83,582 miliar. Tahun 2012, ekspor produk olahan susu mencapai 48.319 ton (US$80,144 miliar). Pada 2013, ekspor produk olahan susu mencapai 51.433 ton (US$79,871 miliar).

Impor produk olahan susu pada tahun 2011-2013 adalah sebagai berikut. Pada 2011, impor mencapai 65.388 ton (US$243,407 miliar). Tahun 2012, impor sebesar 144.235 ton (US$387,196 miliar). Pada 2013, impor mencapai 144.285 ton (US$385,633 miliar)

Share:

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM