BERITA INDUSTRI

Kebutuhan Kertas Domestik Meningkat


Sumber: Koran Sindo

JAKARTA - Indonesia berpeluang menjadi tiga besar pemain disektor industri pulp dan kertas dunia seiring meningkatnya daya saing industri di dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda mengatakan, Indonesia saat ini tercatat sebagai pemain kesembilan terbesar secara global di industri pulp dan kertas. Untuk kawasan Asia, Indonesia bahkan sudah masuk peringkat tiga.

"Pergeseran pasar dan membaiknya daya saing industri berpeluang mendongkrak peringkat Indonesia menjadi nomor tiga atau empat di dunia," ujarnya di sela-sela Rapat Kerja Asosiasi Pulp dan Kertas 2014 dan Peluncuran Paperex 2014 di Jakarta kemarin.

Saat ini ada kecenderungan bergesernya industri kertas dari negara-negara di Amerika Utara dan Skandinavia ke Asia (Indonesia dan Asia Timur) dan Amerika Latin. Pertumbuhan kebutuhan kertas di negara-negara berkembang yang sekitar 4,1% per tahun atau lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata yang sebesar 2,1% dan jauh lebih pesat dibanding di negara maju yang hanya 0,5% adalah peluang untuk meningkatkan ekspor terutama ke negara-negara sekawasan pun meningkat.

Pada 2012 Indonesia mengekspor pulp sebesar 3,2 juta ton dan kertas sebesar 4,2 juta ton. Sedangkan, sampai Oktober 2013 ekspor pulp dan kertas masing-masing mencapai 3,1 juta ton dan 3,5 juta ton dan diperkirakan masih merupakan yang terbesar di ASEAN. "Diharapkan, ekspor pulp dan kertas dapat terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dan kebutuhan kertas dunia setiap tahun," ujarnya.

Sebagai catatan, kebutuhan kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 490 juta ton pada 2020. Menurut Huda, peluang Indonesia untuk meningkatkan dan memperluas industri pulp dan kertas dipasar ekspor masih terbuka lebar mengingat potensi hutan Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk dikelola dan dikembangkan.

Huda optimistis pasar kertas di dalam hegeri tahun ini akan membaik. Peningkatan kebutuhan kertas lokal pada tahun ini terutama didorong oleh dua hal, yaitu penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) dan kebutuhan kertas untuk pencetakan buku kurikulum sekolah.

"Buku kurikulum baru dicetak bertahap sampai 2015. Kalau tidak salah jumlah buku yang dibutuhkan mencapai 200 juta eksemplar buku. Dengan peningkatan kebutuhan ini, mudah-mudahan harga jual kertas bisa sedikit membaik seiring dengan tuntutan kenaikan listrik dan upah buruh," tuturnya.
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, kapasitas terpasang industri pulp diperkirakan meningkat dari 7,9 juta ton per tahun pada 2013 menjadi 10 juta ton per tahun pada 2017. Adapun, industri kertas diprediksi naik dari 13,9 juta ton menjadi 17 juta ton per tahun pada 2017.
Menurut Panggah, pengembangan industri pulp dan kertas dilakukan dengan pendekatan kluster industri, dengan inti industri kertas dan lokus pengembangannya di Pulau Jawa. Sedangkan, pengembangan industri pulp diarahkan di luar pulau Jawa khususnya Sumatera, Kalimantan, dan Papua. "Selain itu, kita mendorong pengembangan industri pulp yang terpadu dengan hutan tanaman industri terutama diarahkan ke kawasan timur Indonesia," sebutnya. inda susanti

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM