BERITA INDUSTRI

Persaingan Sangat Ketat


Sumber : Kompas

YOGYAKARTA, KOMPAS - Peningkatan mutu produk industri kecil menengah mutlak dilakukan untuk menghadapi semakin sengitnya persaingan. Persaingan akan semakin ketat saat berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015.
Demikian dikatakan Menteri Perindustrian MS Hidayat pada pembukaan Konvensi Nasional Gugus Kendali Mutu Industri Kecil dan Menengah (GKM- IKM) di Yogyakarta, Selasa (12/11).
Menurut Hidayat, konvensi tersebut penting artinya dalam membangun budaya peduli mutu di lingkungan perusahaan-perusahaan IKM di seluruh Indonesia. Budaya peduli mutu ini penting dalam menghadapi kian ketatnya persaingan pasar.
"Tinggalkan pola produksi yang tidak efisien dan kurang produktif dengan menerapkan pola produksi industri lebih modern. Hendaknya itu menjadi budaya mutu IKM," kata Hidayat.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, jumlah unit usaha IKM hingga tahun 2012 mencapai 4 juta unit dengan serapan tenaga kerja 9,4 juta orang. Investasi yang dihasilkan dari IKM sekitar Rp 261 triliun.
Nilai ekspor IKM sekitar 16,5 miliar dollar AS atau setara 14,2 persen dari total ekspor industri nonmigas.
"Ini menunjukkan pentingnya IKM bagi industri nasional sehingga mutunya harus terus ditingkatkan agar siap bersaing," kata Hidayat.
Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menuturkan, di era industrialisasi yang kian kompetitif, pelaku bisnis yang ingin memenangi kompetisi harus memperhatikan kualitas.
Sultan mengatakan, keberhasilan industri-industri di Jepang tidak lepas dari penerapan program gugus kendali mutu.
Konvensi GKM-IKM bertujuan, antara lain, menyosialisasikan dan mengevaluasi program GKM-IKM secara nasional, memotivasi IKM dalam melakukan program GKM, dan mengharmoniskan hubungan industrial yang dinamis.
Kementerian Perindustrian mencatat, saat ini, sekitar 75 persen dari 4 juta IKM ada di Jawa, sisanya di luar Jawa. Terkait hal itu, pemerintah terus menggencarkan program peningkatan daya saing IKM. Porsi IKM di luar Jawa diharapkan akan naik menjadi 40 persen pada 2014. (CAS)

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM