Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Objek Vital Nasional bagi Sektor Industri


Sumber : Suara Karya

JAKARTA (Suara Karya): Kawasan industri memiliki peran strategis, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, perlu adanya penetapan kawasan industri sebagai salah satu objek vital nasional (obvitnas).
Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Mohamad S Hidayat dalam paparannya sebagai narasumber pada acara Roundtable Discussion dengan tema "Pengamanan Objek Vital dan Stabilitas Tenaga Kerja Berdasarkan Inpres No 2 Tahun 2013" di Cikarang, Jawa Barat Selasa (16/7).
Hadir dalam acara tersebut di antaranya Kapolri Timur Pradopo, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang diwakili Dirjen PHI Irianto Simbolon dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Lebih lanjut Menperin menjelaskan, peran strategis kawasan industri yaitu mampu memberikan kontribusi dari kegiatan ekspor senilai miliar dolar AS per tahun, atau 41 persen dari nilai total ekspor non migas tahun 2012. Nilai investasi mencapai Rp 29,9 triliun untuk PMDN dan 7,06 miliar dolar AS, untuk PMA per tahun atau 60 persen dari total investasi tahun 2012. Dan, penerimaan negara sebesar 938 juta dolar AS dari PBB, PPN, dan PPh.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian telah merevisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 03 Tahun 2005 menjadi Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 620 Tahun 2012 Tentang Objek Vital Nasional Sektor Industri. Dalam peraturan tersebut, terdapat 14 jenis industri yang ditetapkan sebagai obvitnas.
Yaitu industri bahan baku peledak, dirgantara garam, gula kertas, logam, minyak goreng/kelapa sawit, perkapalan petrokimia pupuk semen telekomunikasi, tepung terigu dan kawasan industri. Dari 14 jenis industri tersebut terdapat 48 perusahaan, yang telah ditetapkan sebagai obvitnas sektor industri khususnya di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sementara itu, berdasarkan data Kemenperin tahun 2013 kawasan industri yang beroperasi saat ini dengan kriteria memiliki luas lahan lebih dari 50 Ha sebanyak 74 kawasan. Dari jumlah itu 55 kawasan di antaranya berlokasi di Pulau Jawa khususnya di Provinsi Jawa Barat.
"Di Provinsi Jawa Barat sendiri terdapat sekitar 23 kawasan industri dengan total luas 11.861 Ha atau 39,55 persen dari total luas kawasan industri di Indonesia," tuturnya.
Mengenai peningkatan keamanan objek vital sektor industri, Menperin merekomendasikan dua langkah strategis. Salah satunya adalah penguatan penegakan peraturan dan perundangan yang berlaku terutama dalam penegakan peraturan perlindungan terhadap hak pengusaha dan karyawan. (Budi Seno)

Share: