BERITA INDUSTRI

Ekspor Furnitur Ditargetkan Naik 20%


sumber : Koran Sindo

JAKARTA - Seiring membaiknya permintaan pasar furnitur dunia, Indonesia menargetkan peningkatan ekspor furnitur sebesar 20% tahun ini dari total ekspor furnitur tahun lalu senilai USD1,7 miliar. Partisipasi dalam berbagai pameran berskala internasional diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor furnitur ini.
Berdasar data Centre For Industrial Studies (CSIL) yang berbasis di Milan, Italia tahun lalu perdagangan furnitur di dunia mencapai USD122 miliar. Dari jumlah tersebut, China cukup mendominasi yaitu sekitar USD45 miliar, bahkan Vietnam sudah meraup USD4 miliar. Sementara porsi ekspor Indonesia baru USD1,7 miliar atau kurang dari 2% total perdagangan furnitur global. "Ini memalukan. Padahal kita punya bahan baku melimpah dan sumber daya manusiayangbesar," ujar Ketua Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI) Soenoto saat peluncuran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang akan diselenggarakan padaMaret 2014 di Jakarta.
Soenoto mengungkapkan, ekspor furnitur Indonesia diharapkan bisa tumbuh rata-rata 20% per tahun sehingga tahun ini diperkirakan akan mencapai angka USD2 miliar dan USD2,5 miliar pada 2014. Terkait rencana pemerintah meningkatkan target pertumbuhan ekspor produk mebel dan kerajinan nasional mencapai USD5 miliar pada lima tahun ke depan, kalangan pengusaha optimistis dengan syarat pemerintah memberikan dukungan, baik melalui regulasi yang tepat maupunkomponenlainseperti infrastruktur dan memfasilitasi pameran. "Kami optimistis dalam lima tahun ke depan nilai ekspor industri ini bisa menjadi barometer, khususnya di kawasan ASEAN,"katanya.
Menurut Soenoto, industri furnitur harus mendapat perhatian karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan penghasil devisa yang bisa diandalkan. Untuk mengangkat citra furnitur Indonesia di mata internasional, sinergi antarkementerian/lembaga sangat diperlukan, misalnya dalam hal pengembangan sumber daya manusia dan teknologi tepat guna. Dalam waktu dekat, kalangan asosiasi juga akan merampungkan road map dan rencana aksi industri furnitur.
Saat ini produk furnitur asal Indonesia telah diekspor ke sejumlah negara dikawasan Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Beberapa negara yang terbilang pasar baru bagi ekspor furnitur Indonesia, di antaranya Rusia, India, serta seluruh Amerika Latin, kecuali Argentina yang masih sangat kecil porsinya. Di lain pihak, investasi asing di sektor furnitur atau mebel yang
masuk ke Indonesia sejauh ini adalah dari Jerman, Jepang, Finlandia, Taiwan, dan yang terbaru adalah Filipina yang tengah melirik Cirebon sebagai basis industri rotan.
Direktur Jenderal Peningkatan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Gusmardi Bustami mengatakan ekspor produk furnitur Indonesia selama empat bulan pertama 2013 telah mencapai USD637 juta, menurun sekitar 1,2% dibanding periode yang sama tahun 2012. Namun, dia mengamini target peningkatan20% ekspor furnitur pada tahun ini. "Saya kira tahun ini realisasinya bisa mencapai USD2 miliar. Berbagai promosi dan pameran di luar negeri yang gencar kita lakukan dalam dua tahun terakhir diharapkan bisa mendorong penerimaan ekspor kita," paparnya.
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi menambahkan, daya saing furnitur Indonesia terletak pada sumber bahan baku alami yang melimpah dan berkelanjutan, keragaman corak desain yang berciri khas lokal, serta didukung sumber daya manusia yang melimpah. Seiring pergeseran gaya hidup masyarakat global yang cenderung memilih produk ramah lingkungan, momentum ini merupakan kesempatanbesar bagi Indonesia.

Share: