Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Pedoman Harga LCGC Segera Terbit


sumber : Koran Tempo

JAKARTA - Menteri Perindustrian Mohammad Soleman Hidayat mengatakan pihaknya segera menerbitkan peraturan yang mengatur harga jual mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Beleid ini bertujuan melengkapi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 yang mengatur pemberian insentif untuk LCGC. "Ada pedoman harga, tapi fleksibel terhadap perubahan, mengingat industri kendaraan selalu mengadopsi teknologi baru," kata dia di Istana Negara, kemarin.
Beleid berbentuk peraturan menteri tersebut rencananya terbit pada akhir Juni. Hidayat menegaskan pemerintah tidak menentukan batasan harga LCGC, melainkan hanya memberi formula atau rumus. Rumus tersebut mengadopsi variabel pengembangan teknologi yang dilakukan setiap produsen. "Ini menjadi semacam referensi penentuan harga yang diketahui semua pihak, termasuk konsumen," ujar dia, seraya mengelak untuk memerincikan poin-poinnya.
Dua pekan lalu, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor. Aturan tersebut berisi insentif berupa pemotongan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) terhadap beberapa jenis mobil yang memiliki spesifikasi mesin dan level konsumsi bahan bakar tertentu.
Insentif pembebasan PPnBM diberikan kepada mobil dengan kapasitas mesin maksimal 1.200 cc dengan konsumsi bahan bakar minimal 1 liter per 20 kilometer. Pembebasan pajak juga berlaku bagi produsen kendaraan bermotor diesel/semi-diesel dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc dan konsumsi bahan bakar minimal 1 liter per 20 kilometer. Selain itu, ada pemberian insentif untuk kendaraan emisi rendah (low cost emission/ LCE) dengan konsumsi bahan bakar di kisaran 1 liter per 20-28 kilometer.
Namun harga jual mobil murah tersebut belum jelas. Sempat beredar wacana, harga jual LCGC wajib di kisaran Rp 80-90 juta. Tapi wacana ini dibantah oleh pemerintah.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, mengatakan ada beberapa produsen yang berminat mengembangkan LCGC dan LCE. Produsen asal Jepang seperti Daihatsu, Toyota, dan Honda berminat mengembangkan LCGC. Sedangkan produsen Eropa turut dalam proyek LCE kelas premium. "Pesertanya bisa melebihi 10 perusahaan," kata dia di kantornya.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, mengatakan pihaknya akan meluncurkan LCGC pada Juli mendatang. Honda, kata dia, menunggu terbitnya petunjuk teknis serta aturan pelengkap untuk skema LCGC. Mengenai tipe LCGC yang akan dipasarkan Honda, Jonfis hanya mengatakan mobil itu masuk dalam kelas city car. "Hanya satu model, platform-nya nanti kami umumkan," ucap dia.
Domestic Marketing Division Head Astra Daihatsu Motor, Rio Sanggau, berharap Daihatsu Ayla bisa lolos dalam uji konsumsi bahan bakar serta audit LCGC yang dilakukan pemerintah. Dia berharap Ayla bisa lolos skema LCGC dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 100 juta. "Kami sudah menunggu sejak September tahun lalu dan lebih siap untuk memproduksi LCGC."

Share: