Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Posco Keberatan Krakatau Gandeng Nippon


JAKARTA. Kongsi antara produsen baja nasional PT Krakatau Steel dengan produsen baja Korea Selatan, Pohang Iron and Steel Company (Posco) di ujung tanduk. Pangkal persoalannya adalah kerjasama Krakatau Steel dengan produsen baja asal Jepang, Nippon Steel & Sumitomo Metal (Nippon Steel).
Asal tahu saja, akhir tahun lalu, Krakatau Steel dan Nippon Steel sudah sepakat mendirikan perusahaan patungan PT Krakatau Nippon Steel Sumikin dan PT Krakatau Osaka Steel yang memproduksi baja profil dan tulangan untuk industri otomotif dan konstruksi. Nilai investasinya sekitar US$ 378 juta. Rencananya, pabrik ada di Cilegon.
Nah, Posco yang sejak Agustus 2010 sudah lebih dulu mendirikan perusahaan join venture dengan Krakatau Steel lewat PT Krakatau Posco keberatan dengan langkah mitranya ini. Perusahaan asal Korea Selatan itu lantas melayangkan surat ke Kementerian Perindustrian (Kemperin). Intinya mempertanyakan langkah Krakatau Steel menggandeng Nippon Steel.
Budi Irmawan, Direktur Industri Logam Dasar Kemperin mengaku belum mendapat pernyataan resmi dari kedua belah pihak. "Saya belum menerima surat dan secara lisan. Namun, saya dengar memang ada keretakan hubungan (dua perusahaan)," katanya kepada KONTAN, Senin (8/4).
Panggah Susanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemperin juga mengakui ada hubungan yang kurang harmonis antara Krakatau Steel dan Posco. "Memang ada keberatan dari Posco," ucapnya. Sayang, ia enggan memerinci lebih lanjut.
Penelusuran KONTAN menunjukkan, keberatan Posco itu tak lepas dari persaingan bisnis. Di jagad bisnis baja, Posco dan Nippon Steel memang tak akur. Tahun lalu, Nippon Steel yang merupakan produsen baja kedua terbesar di dunia menggugat Posco yang merupakan produsen baja terbesar kelima dunia soal dugaan pencurian teknologi di Pengadilan Distrik Tokyo. Nippon Steel menuntut pembayaran ganti rugi sebesar US$ 1,25 miliar.
Manajemen Krakatau Steel tampak berhati-hati menang-gapi masalah ini. Irvan Kamal Hakim, Direktur Utama PT Krakatau Steel menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan Posco. "Semuanya baik-baik saja," katanya. Kalaupun ada masalah, "Sedang dilakukan komunikasi dengan pihak terkait," tambah Andi Firdaus, Sekretaris Perusahaan PT Krakatau Steel.
Komisaris Utama Krakatau Posco, Fazwar Bujang, hanya berharap hubungan kedua pihak tetap harmonis dalam jangka waktu yang panjang.

sumber : Kontan Harian

Share: