BERITA INDUSTRI

Pertumbuhan Ekonomi Dorong Ekspansi UKM


JAKARTA - Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (UKM), I Wayan Dipta, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi melebihi 6 persen ikut mendorong ekspansi usaha kecil dan menengah di kawasan ASEAN. "Kebijakan makro dan kondisi yang kondusif di ASEAN telah meningkatkan peluang investasi dari luar kawasan," ujarnya kemarin.
Menurut dia, perekonomian nasional yang terus tumbuh membuat produk domestik bruto (PDB) menjadi yang terbesar di ASEAN dan 16 besar dunia. Rasio utang terhadap PDB Indonesia juga cukup rendah dibanding negara-negara ASEAN lainnya, yaitu 24 persen pada tahun yang sama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun lalu terdapat 55,2 juta usaha kecil-menengah. Seluruh usaha tersebut memberikan kontribusi dalam PDB sebesar 57,9 persen dan kontribusi penyerapan tenaga kerja 97,2 persen. "Sedangkan di kawasan ASEAN, lebih dari 96 persen perusahaan di ASEAN adalah UKM dan kontribusi terhadap PDB sebesar 30-50 persen," ucapnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, menyatakan jumlah penduduk Indonesia terbesar di ASEAN akan menjadi sasaran pemasaran berbagai barang, jasa, dan investasi. Tapi UKM masih lemah dalam akses terhadap modal kerja atau kredit usaha, hak kekayaan intelektual, deregulasi, fasilitas ekspor, manajemen usaha dan administrasi, serta kontinuitas pasokan bahan baku.
UKM di Indonesia bisa dikembangkan, menurut dia, dengan menggenjot pengembangan cluster UKM melalui keterlibatan stakeholder serta melakukan temu usaha bisnis dalam rantai nilai cluster UKM. Selain itu, pelatihan-pelatihan kewirausahaan harus dilakukan. "Dan harus melakukan restrukturisasi mesin peralatan UKM," kata Euis.

sumber : Koran Tempo

Share:

Twitter