Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Mendag Berharap Samsung Investasi


JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan masih berharap dan mendorong perusahaan elektronik asal Korea Selatan, Samsung, mau menambah investasi dan membangun pabrik telepon seluler (hand phone/HP) di Indonesia. "Samsung sudah menemui kami untuk membahas Permendag 82 dan 83. Namun pesan kami, mereka diharapkan berinvestasi dan membangun lapangan pekerjaan di Indonesia, jangan hanya berdagang saja," kata Gita di Jakarta, Jumat (1/3).
Jika Samsung mau investasi di Tanah Air, lanjut dia, pihaknya akan mempertimbangan keberatan Samsung terkait penerapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet, serta Permendag Nomor 83 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.
Gita menjelaskan, Samsung sebenarnya telah membangun pabrik TV dan DVD player di Indonesia. Untuk ke depannya, perusahaan tersebut diharapkan membangun pabrik HP agar bisa membantu sumber daya manusia Indonesia dengan mentransfer tekhnologinya.
Selain tengah berkomunikasi dengan kantor pusat di Korea Selatan, Samsung beragumen telah membangun pabrik dengan kapasitas produksi yang cukup besar di Vietnam. "Namun saya lihat, Indonesia harus juga diperhitungkan karena pertumbuhan pengguna telepon seluler terus meningkat dan akan menjadi pasar yang besar," ujarnya.
Sebelumnya, pada Selasa (26/2), hal senada juga diutarakan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat. Dia mengingatkan agar perusahaan tersebut menambah investasi di Indonesia. "Samsung menyampaikan mereka menginginkan ada insentif. Namun, saya mengingatkan ke mereka untuk segera melakukan investasi di Indonesia," kata Hidayat, setelah bertemu dengan perwakilan Samsung.
Hidayat menjelaskan, impor Indonesia untuk produk telepon genggam pada 2012 telah mencapai US$ 4,5 miliar atau kurang lebih 50 juta unit telepon genggam. Sedangkan Samsung memberikan kontribusi sebanyak US$ 1,2 miliar.
Samsung menghadap Menperin karena mulai menghadapi kesulitan impor HP karena pemberlakuan Permendag Nomor 82 dan 83 tahun 2012. Namun, Hidayat malah mengingatkan mereka untuk segera meningkatkan investasi di Indonesia.
Apabila mereka mau memberikan komitmen investasi di Indonesia, Menperin baru akan membicarakan insentif dan perlakukan khusus. "Namun, apabila saya hanya diminta untuk menyikapi masalah impor mereka, saat ini Indonesia sedang fokus menyelesaikan penyeimbangan neraca perdagangan yang pada 2012 mengalami defisit," katanya.

sumber : Investor Daily

Share: