BERITA INDUSTRI

Kawasan Industri Fashion di Serpong


JAKARTA - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan, Organisasi Fesyen Dunia (World Fashion Organization/WFO) tertarik untuk membangun kawasan industri fashion di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Nilai investasinya sekitar US$ 2 miliar.
"Kami akan mempertemukan WFO dengan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam waktu dekat guna merealisasikan keinginan investasi tersebut," ujar Euis, dalam keterangannya, Jumat (15/2). Menurut dia, pembangunan kawasan industri fashion (fashion city) diyakini bisa mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Tanah Air. Kegairahan industri fashion akan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor IKM yang diproyeksikan mencapai 8% pada 2013 dibandingkan kuartal III-2012 sekitar 7%.
Peningkatan kiprah industri fashion di Tanah Air akan memberikan dampak positif bagi kenaikan produk domestik bruto (PDB) nasional. Pada 2012, industri fashion memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar Rp 164 triliun atau sekitar 28,66%, naik 0,5% dari tahun sebelumnya Rp 147 triliun.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2007-2011, ekspor fashion Indonesia mengalami tren positif sebesar 12,4%. Tujuan ekspor utama ke Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Hong Kong, dan Australia.
Pada periode Januari-November 2012, ekspor fashion telah mencapai US$ 12,79 miliar, tumbuh 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, industri ini menyerap sebanyak 3,8 juta tenaga kerja. Tren positif industri fashion diperkirakan masih berlanjut dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2013. Optimisme itu didukung oleh terselenggaranya gelaran Indonesia Fashion Week 2013, yang akan berlangsung Kamis-Minggu (14-17/2) pekan ini.
Kemenperin, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM mendukung tiga strategi dalam cetak biru pencapaian inovasi kreatif dengan menjunjung budaya lokal.
Upaya tersebut dilakukan melalui riset, pembinaan, dan peningkatan kompetensi, serta peningkatan kinerja usaha. Kemenperin akan fokus pada tiga perannya, yaitu penerapan standarisasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

sumber : Investor Daily

Share:

Twitter