KEGIATAN KEMENPERIN

SMTI Pontianak Ciptakan Mesin Berbahan Bakar Elpiji Yang Hemat Untuk Nelayan


Wacana peralihan penggunaan bahan bakar minyak kebahan bakar yang lebih hemat kini mulai banyak dipraktikan. Harapan besar tertuju pada mesin karya siswa-siswa SMTI Pontianak bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar yang memberikan bantuan 30 unit mesin motor air berbahan bakar elpiji kepada nelayan di Desa Punggur Besar.

Adapun ide dan perakitan mesin ini dikerjakan oleh para guru dan siswa Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Pontianak. Mesin yang digunakan sendiri sebenarnya adalah mesin pabrikan. Anak-anak SMTI Pontianak hanya membuat converter kit dan selang dari karburator ke gas elpiji saja

Tertarik dengan karya tersebut, BI Perwakilan Kalbar lalu mengajak SMTI untuk bekerjasama. “Sebenarnya ini murni inovasi siswa-siswa kami saja. Idenya bagaimana mesin berbahan bakar minyak bisa juga menggunakan gas elpiji, yang lebih irit. Lalu Bank Indonesia meminta kami membuat mesin untuk nelayan,” ucap Wahyu Widiyanto, guru pembimbing SMTI.

Dengan menggunakan mesin motor air ini, pengeluaran nelayan akan lebih hemat 40 persen dibanding dengan memakai mesin yang berbahan bakar bensin. “Satu hari mereka (nelayan) perlu lebih 6 liter bensin, artinya mengeluarkan uang sekitar Rp30 ribu. Dan setelah kita uji, ternyata dengan gas elpiji, untuk melaut mereka hanya perlu mengeluarkan uang 40 persennya saja,” kata Ketua Tim Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM Bank Indonesia, Djoko Juniwarto.

Ali Bugi (51 tahun), mengaku senang mendapat bantuan mesin ini. “Mudahan-mudahan bisa hemat pengeluaran kita. Apalagi untuk beli bensin harus ngantre.Masalahnya sekarang melaut itu susah, tidak menentu tangkapannya,” imbuh dia.Perihal kemampuan mesin itu sendiri, Ali, belum bisa banyak komentar. “Saya baru dapat kemarin, jadi belum tahu banyak. Tapi cukup stabil mesinnya. Hanya repotnya tempat anginnya (karburator) harus dibuka dulu kalau mau dihidupkan,” tukasnya. Proyek ini membuat nelayan-nelayan lain ikut antusias. Banyak yang berharap mendapat bantuan serupa. “Saya belum dapat. Mudah-mudahan ada tambahan mesin lagi,” pungkas Saed (35), nelayan yang belum mendapatkan mesin itu

 

Sumber: Pontianak Post

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018