Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

KEGIATAN KEMENPERIN

Studi Banding LPPM INS Surakarta dan UMKM Batik Kabupaten Sukoharjo di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta


Pada hari Senin tanggal 21 Januari 2013 Pukul 10.30 WIB Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta menerima kunjungan rombongan Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM LPPM UNS Surakarta. Rombongan berjumlah 30 orang yang terdiri dari Tim Pendamping LPPM UNS Surakarta dan beberapa pelaku UKM batik cap dan batik tulis dari Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut rombongan diterima oleh Saudara Aan Eddy Antana dan Saudara Heribertus Sukamto dari Seksi Pemasaran, Pengembangan Jasa Teknik, Balai Besar Kerajinan dan Batik. Maksud dan tujuan melakukan kunjungan di BBKB Yogyakarta adalah kegiatan studi banding yang dilaksanakan secara rutin oleh LPPM UNS Surakarta guna menambah pengetahuan dan perkembangan desain serta motif batik yang ada saat ini.

Guna menambah wawasan dan mengenal lebih luas tentang Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta kepada Tim Pendamping dari Universitas Sebelas Maret Surakarta dan para perajin UMKM batik, rombongan diperkenalkan secara singkat mengenai profil BBKB Yogyakarta oleh Bapak Harnandito Paramadharma. Disamping itu rombongan juga diberikan informasi mengenai pentingnya batikmark.

Selain itu rombongan juga diajak untuk melihat secara lebih dekat kegiatan/aktifitas dari masing-masing laboratorium yang berada di lingkungan BBKB Yogyakarta, meliputi: 1). Laboratorium batik; 2).Laboratorium serat alam non tekstil; 3).Laboratorium perhiasan (Logam Non-Ferro); 4).Laboratorium tenun; 5). Laboratorium garment dan perca; 6). Laboratorium kerajinan umum (tempurung kelapa, kertas seni, dll); 7). Laboratorium kayu, bambu dan rotan; . Laboratorium uji dan kalibrasi industri kerajinan dan batik; 9). Laboratorium kalibrasi; 10). Laboratorium perekayasaan alat; dan 11). Laboratorium desain. 

Adapun fokus kunjungan kali ini di Laboratorium Batik dengan melakukan diskusi dengan petugas mengenai : prosedur batikmark, motif yang didesain dan dikembangkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik serta mengenai ketahanan warna batik dalam penggunaan Zat Warna Alam. Sedangkan di laboratorium perekayasaan alat rombongan tertarik dengan penggunaan kompor listrik yang dikembangkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik serta akan membuat agenda kunjungan selanjutnya.

Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya