Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Industri Baja Tumbuh 7% di Tahun 2013


JAKARTA - Pebisnis baja memprediksi penjualan baja domestik tahun ini tumbuh 7% menjadi 10 juta ton dibanding tahun 2012 yang sebesar 9,4 juta ton. Permintaan dari sektor manufaktur dan infrastruktur menjadi penopang permintaan baja tersebut.

Edward Pinem, Direktur Eksekutif Indonesia Iron and Steel Association (IISIA) menilai bisnis baja tahun ini tetap prospektif lantaran pertumbuhan industri manufaktur positif tahun ini. Imbasnya, pelaku industri bisa berekspansi. "Jadinya, permintaan baja akan meningkat untuk memenuhi rencana bisnis mereka," katanya, kemarin.

Ini masih ditambah dari pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang masih terus berlangsung di tahun 2013 ini. Sudah pasti, proyek ini membutuhkan pasokan baja.

Belum lagi dari industri oto-motif yang masih tetap positif di tahun ini. Maklum, industri otomotif membutuhkan pasokan baja lebih banyak seiring kenaikan pasar otomotif domestik tahun ini.

Kendala terbesar yang bisa menghambat laju bisnis industri baja nasional justru di pasar global. Soalnya, selama tahun 2012, kondisi ekonomi global yang lesu membuat permintaan baja dunia menurun sementara produksinya tetap tinggi. Alhasil, harga baja dunia jadi mengendur yang berimbas ke harga baja domestik. "Kami berharap ekonomi global membaik di tahun 2013," ucapnya.

Edward memprediksi, pertumbuhan industri baja nasional tahun lam cuma 4%. Jauh dari hasil yang dicapai tahun 2011 yang bisa menyentuh angka pertumbuhan 13%.

Persoalan bahan baku besi bekas atau sekrap yang tertahan di beberapa pelabuhan mulai awal 2012 menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya pertumbuhan industri besi baja sepanjang 2012.

Supaya persoalan bahan baku besi bekas tidak lagi terulang lagi, Panggah Susanto, Direktur Jenderal Industri Basis Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemperin) menuturkan mekanisme verifikasi impor sekrap akan diperketat mulai tahun ini.

Caranya dengan mengurangi badan surveyor di negara asal sekrap sehingga kualitas besi tua yang dikirim bisa lebih terpantau. "Misal di Amerika Serikat dulu kita pakai 30 lembaga surveyor, nanti menjadi dua," katanya.

sumber : Kontan Harian

Share: