BERITA INDUSTRI

Mobil LCGC Bisa Matikan Mobnas


JAKARTA - Langkah pemerintah untuk mengembangkan low cost green car (LCGC) alias mobil murah ramah lingkungan merisaukan produsen lokal mobil murah.

Tergabung dalam Asosiasi Industri Automotive Nusantara (Asianusa), mereka khawatir kelahiran mobil LCGC akan menyebabkan mobil murah nasional (mobnas) tidak bisa berkembang. Apalagi, kebanyakan pemain LCGG adalah agen-agen tunggal pemegang merek (ATPM).

"Ada beberapa produsen mobnas yang produksinya beberapa bulan ini terhenti karena pelanggan ingin menunggu mobil LCGC," ujar Ibnu Susilo, Ketua Asianusa kepada KONTAN, Rabu (26/12). Sayang, Ibnu enggan menyebutkan nama produsennya.

Menurutnya, produsen mobnas seperti PT Fin Kemodo Teknologi yang memproduksi mobil merek Fin Komodo atau mobil Tawon buatan PT Super Gasindo Jaya (SGJ) sedang berusaha untuk tumbuh dan mencari pasar.

Ibnu memastikan, keluarnya mobil LCGC bukan mustahil akan membunuh produsen mobnas yang lain juga lantaran tak kuat jika haras bersaing dengan pemain besar yang bermodal besar dan juga punya kesiapan pabrik.

Sekadar mengingatkan, sejumlah ATPM saat ini memang sedang gencar mengembangkan dan memproduksi mobil LCGC. Apalagi, bagi mereka yang memenuhi konsep mobil LCGC termasuk tingkat efisiensi bahan bakarnya bisa mendapat insentif dari pemerintah, meskipun insentif mobil LCGC saat ini masih terus dibahas.

Menurut kalangan industri mobnas, pengembangan mobnas saat ini masih menghadapi beberapa masalah, selain harus bersaing dengan ATPM.

Misalnya saja mobil Tawon yang penjualannya masih terkendala sistem pembiayaan. "Sebenarnya jumlah permintaan mobil Tawon besar. Namun kami kesulitan mencari lembaga yang mau memberikan pembiayaan," kata Kuntjoro Njoto, pemilik PT SGJ. Ia mengeluh, banyak lembaga pembiayaan justru mengutamakan mobil Jepang.

Dewa Yuniardi, Direktur Pemasaran PT Fin Komodo Teknologi mengatakan, saat ini, dampak LCGC belum terasa. "Penjualan kami masih biasa, sekitar delapan hingga 12 unit per bulan," katanya.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi tinggi, Kementrian Perindustrian budi Darmadi mengatakan, platform mobnas masih terus dipersiapkan dan diusahakan agar mobil yang harganya di bawah Rp 100 juta tersebut bisa bersaing dengan mobil-mobil LCGC pabrikan otomotif besar.

sumber : Kontan Harian

Share: