Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

LOreal Bangun Pabrik Rp1,25 Triliun


CIKARANG - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Chatib Basri, menilai pendirian pabrik baru L'Oreal di kawasan industri Jababeka, Cikarang, adalah contoh investasi pintar (smart investment) sebab pabrik ini tidak mengandalkan ekspor bahan mentah, buruh murah, dan teknologi rendah.

Pendirian pabrik dengan total nilai investasi 1,25 triliun rupiah tersebut, menurut Chatib, adalah contoh bagi dunia bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah bagi investasi di sektor yang tidak mengandalkan bahan-bahan mentah.
"Industri kosmetik telah menciptakan nilai rantai (value chain) karena mengolah bahan mentah menjadi produk siap pakai yang memunyai nilai ekonomi lebih tinggi," kata Chatib seusai menghadiri peresmian pabrik LOreal di Cikarang, Rabu (7/11).

Alasan kedua yang digunakan Chatib untuk mengategorikan investasi LOreal sebagai smart investment adalah hadirnya teknologi yang canggih. Industri kosmetik, menurut dia, memerlukan teknologi tinggi karena produk yang terus berubah mengikuti tren.

"Berbeda dengan produk di sektor lain yang cenderung tetap, produk di industri kosmetik terus berinovasi dan berubah untuk dapat mengikuti tren yang berlaku. Kecenderungan ini memerlukan teknologi yang lebih tinggi," kata dia.

Alasan terakhir, kata Chatib, investasi LOreal menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi mengandalkan buruh murah untuk menarik pemodalpemodal asing.

Picu Pertumbuhan

Menteri Perindustrian, MS Hidayat, menambahkan pabrik baru perusahaan asal Prancis ini akan memicu pertumbuhan industri penyediaan bahan baku kosmetik.

"Saat ini, industri penyediaan bahan baku kosmetik tidak berkembang karena tidak ada permintaan. Hadirnya pabrik ini dapat membangkitkan sektor tersebut," kata dia.

Hidayat mengatakan potensi keanekaragaman hayati dengan lebih dari 30.000 spesies tanaman obat dan kosmetik menunjukkan bahwa Indonesia mampu menciptakan kemandirian bahan baku.

"Pemerintah akan selalu mendukung penciptaan iklim usaha agar industri penyediaan bahan baku dapat tumbuh untuk memenuhi permintaan 760 perusahaan kosmetik yang beroperasi di Indonesia," kata dia.

Direktur Pabrik LOreal Indonesia, David Quentin, mengakui bahwa bahan baku untuk memproduksi peralatan kosmetik di Indonesia sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri. Hanya 33 persen dari keseluruhan bahan baku yang merupakan hasil serapan domestik, sementara sisanya harus diimpor.

sumber : Koran Jakarta

Share: