Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Pasar Motor Pulih 2013


JAKARTA-Penjualan sepeda motor di dalam negeri diyakini pulih tahun depan, setelah terpukul oleh dampak penaikan uang muka minimum kredit kendaraan bermotor sejak Juni 2012 dan penurunan harga komoditas.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan penjualan tahun ini 7,1 juta unit, lebih rendah dari target 8,4 juta unit dan turun 12,8% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 8,01 juta unit.

Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata mengatakan penurunan penjualan itu terjadi akibat adanya penaikan uang muka (down payment/DP) kendaraan bermotor yang berlaku mulai pertengahan tahun ini.

AISI mencatat penjualan selama 9 bulan pertama tahun ini 5,33 juta unit, turun 17% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6,2 juta unit.

Menurut Gunadi, penjualan sebenarnya bisa tumbuh 10% setiap tahun apabila tidak ada hambatan di tengah jalan. Akibatnya, AISI juga memundurkan target penjualan 10 juta unit dari 2013 menjadi 2016.

Dia mengatakan DKI Jakarta yang menjadi acuan ekonomi nasional mengalami penurunan penjualan dalam beberapa bulan terakhir menjadi hanya 9%.

Pertumbuhan penjualan motor di Ibu Kota lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain, bahkan di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berkisar 14%. "Jakarta akan stuck pada 2015 karena tidak mungkin jumlah kendaraan lebih banyak dari jumlah penduduknya," kata Gunadi.

Namun, dalam beberapa tahun mendatang ada potensi peningkatan penjualan karena komposisi kepemilikan kendaraan dalam satu keluarga di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara maju.

Executive Vice President PT Astra Honda Motor Johannes Loman mengatakan pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan secara bertahap sehingga tidak mengagetkan pelaku usaha dan konsumen otomotif.

"Pada tahun depan, kami melihat akan ada pertumbuhan dibandingkan dengan tahun ini, kecuali kalau ada regulasi-regulasi yang sangat memberatkan."

Indikatornya, komoditas memang belum pulih kembali, tetapi dia melihat ada potensi kenaikan. "Kami juga melihat perusahaan pembiayaan dalam keadaan sehat dan daya beli masyarakat meningkat."

Penjualan motor Honda diprediksi 4,1 juta unit pada tahun ini atau turun 3,2% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 4,23 juta unit. Penurunan itu disebabkan beberapa hal, terutama penaikan uang muka.

Menurutnya, kebijakan pemerintah itu sempat membuat permintaan sepeda motor terkontraksi sejak pertengahan tahun lalu, tetapi sudah mulai pulih menjelang akhir tahun ini.

Aturan DP ternyata memengaruhi laba bersih PT Astra International Tbk, yang hanya tumbuh 9% pada kuartal III/2012 menjadi Rp14,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp13,4 triliun. Padahal, laba bersih perseroan pada paruh pertama tahun ini sempat bertumbuh hingga 13%.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan perlambatan pertumbuhan laba tersebut akibat tergerus oleh minimnya permintaan di sektor alat berat akibat pelemahan harga batu bara.

Kontribusi Besar

Gunadi mengatakan industri sepeda motor dan suku cadangnya menyumbang cukup besar terhadap produk domestik bruto. Perputaran uang di industri diperkirakan Rp120 triliun, yang berasal dari kegiatan industri dan keagenan sekitar Rp80 triliun, suku cadang Rp20 triliun, serta pembiayaan dan aktivitas purnajual Rp20 triliun.

Industri ini menginvestasikan lebih dari US$7 miliar di sektor perakitan, belum termasuk 263 industri penunjang dan 8.000 gerai penjualan dan purnajual. Tenaga kerja yang terlibat sedikitnya 2 juta orang dan ribuan pengguna motor produktif.

Karena penjualan menurun, rencana ekspansi atau investasi oleh prinsipal terpaksa ditunda. Padahal, kata Gunadi, saat ini banyak calon investor otomotif yang melirik Indonesia sebagai lokasi ekspansi.

"Potensi ekspansi yang tertahan dari sekarang sampai setidaknya 2 tahun mendatang sekitar 20%-25% dari total kapasitas produksi motor saat ini 8,5 juta unit," jelasnya.

Apabila ekspansi tidak tertahan, dia yakin kapasitas produksi bisa mencapai 10 juta-11 juta unit.

Kendati demikian, lanjutnya, industri sepeda motor tetap berkomitmen meningkatkan kandungan lokal pada produknya hingga 85%.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, menuturkan pihaknya memaklumi keluhan pelaku industri tersebut. Hal itu dapat menyebabkan penundaan investasi atau ekspansi yang telah direncanakan sejak jauh hari.

sumber : Bisnis Indonesia

Share: