BERITA INDUSTRI

Regulasi Standar Kit Konverter Terbit


 

KEMENTERIAN Perindustrian menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No.70/MIND/PER/7/2012 tentang Pemberlakuan Persyaratan Teknis Rangkaian Komponen Kit Konverter untuk Kendaraan Bermotor Secara Wajib. Hal ini dilakukan guna menjamin mutu dan keandalan kit konverter. Adapun kendaraan bermotor yang dimaksud adalah yang menggunakan bahan bakar compressed natural gas (CNG) atau liquefied gas for vehicle (LGV).

Regulasi yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat pada 27 Juli 2012 dan diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia 2012 No 761 pada 30 Juli 2012 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin ini bertujuan untuk melindungi kesehatan, keselamatan, dan keamanan konsumen serta lingkungan hidup.

"Berdasarkan peraturan ini, dijelaskan bahwa rangkaian komponen kit konverter adalah rangkaian komponen khusus untuk mengonversi atau mengubah pemakaian bahan bakar bensin ke bahan bakar gas yang dimasukkan atau diinjeksikan ke dalam ruang bahan bakar pada silinder mesin kendaraan bermotor. Sementara itu, bahan bakar compressed natural gas (CNG) adalah fluida gas yang telah diproses menjadi gas kompresi alami bertekanan tinggi untuk kendaraan bermotor.

Sedangkan, liquefied gas for vehicle (LGV) adalah fluida gas yang telah diproses menjadi gas cair (LPG) bertekanan rendah untuk kendaraan bermotor," kata Hidayat di Jakarta, Selasa (28/8). Sebagai informasi, rangkaian konverter kit terdiri dari pipa penyaluran, pengatur (regulator), pencampur atau injektor, katup silinder, katup isolasi, pengisi katup non-balik, sambungan pengisian, alat pemutus otomatis, peralatan kontrol tekanan gas, indikator volume bahan bakar gas, alat kontrol elektronik, dan perkabelan untuk rangkaian komponen konversi gas, penyaringan LGV, change over switch, sambungan pengisian bahan bakar, dan katup penutup.

Semua komponen kit konverter yang diproduksi di dalam negeri rnaupun impor wajib memenuhi persyaratan teknis dengan memiliki sertifikat produk, di antaranya Economic Commission for Europe R110 dan/atau ISO 15500 series, ISO 11439, ISO 14469, SNI ISO 1550052009, SNI 74072009, SNI 74082009 bagi kit konverter untuk bahan bakar CNG dan Economic Commission Europe R67 bagi kit koverter untuk bahan bakar LGV. "Selain itu, rangkaian kit konverter wajib memiliki Surat Pertimbangan Teknis dari Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi," ujar dia.

Lebih lanjut Hidayat menjelaskan, importir atau produsen kit konverter wajib melakukan pengujian sertifikat produk yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi, selambat-lambatnya enam bulan sejak ditandatanganinya Peraturan Menteri ini. Jika hal tersebut dilanggar, maka produk kit konverter harus ditarik dari peredaran oleh produsen atau importir yang bersangkutan dan dilarang beredar di wilayah Indonesia.

Pemerintah akan melakukan pembinaan dan pengawasan dari penerapan Peraturan Menteri ini,yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pembina Industri. Pelaksanaan pengawasan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait sesuai kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

sumber : Jurnal Nasional

Share: