BERITA INDUSTRI

Industri Kreatif Masih Potensial


JAKARTA (Suara Karya): Potensi bisnis di bidang industri kreatif masih terbuka luas untuk digarap pelaku usaha di Indonesia. Kekayaan budaya dan tradisi Indonesia masih bisa terus digali untuk dikembangkan, namun mensyaratkan adanya kreativitas tinggi.

"Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi. Industri kreatif masih potensial untuk digarap, dan Indonesia kaya akan budaya serta tradisi yang bisa menjadi sumber kreativitas," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah pada pembukaan pameran "Indonesia Fashion dan Craft" di Jakarta, Rabu (8/8).

Menurut dia, pelaku industri kreatif nasional harus menjadi tuan di negeri sendiri dan terus mengembangkan pangsa pasar ekspor. Apalagi kreativitas berbasis kekayaan budaya juga didukung oleh kemajuan teknologi. Kekayaan budaya yang beragam dan bervariasi merupakan sumber inspirasi dan potensinya makin besar bila didukung teknologi.

"Ide hanya tinggal ide bila tidak diikuti dengan ketekunan dan keberanian untuk mengubahnya menjadi produk yang bisa dijual dan bernilai tambah," tutur Euis.

Untuk pemasaran, produk industri kreatif akan berkembang bila ditopang oleh pasar dalam negeri. Dalam hal ini, penting untuk produsen memperkuat posisinya di dalam negeri kendati kiprahnya di luar negeri juga terus meningkat.

"Konsumen dalam negeri juga perlu memberikan dukungan dengan kecintaannya terhadap produk dalam negeri. Ini akan menyokong kemampuan pelaku industri kreatif menjadi tuan di negeri sendiri," ujarnya.

Euis menambahkan, ekspor industri kreatif sudah cukup kuat, terutama di subsektor tertentu, seperti fashion dan kerajinan. Namun, pelaku industri kreatif diharapkan tidak terpaku pada keberhasilan memperkuat ekspor, namun di sisi lain pasar dalam negeri justru dimasuki oleh produk industri kreatif impor. Apalagi saat ini sedang terjadi krisis global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa.

Lebih jauh dia mengatakan, industri kreatif menyerap 54,3 persen tenaga kerja dan harus ditopang dengan perkuatan pilar ekonomi kreatif. Pemerintah akan mengupayakan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, selain juga pengupayaan kemudahaan memperoleh bahan baku.

sumber : Suara Karya

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM