BERITA INDUSTRI

Investasi di Industri Ban Capai US$2,2 Miliar


JAKARTA-Hingga akhir semester I/2012, komitmen dan realisasi investasi yang dikucurkan oleh produsen ban di dalam negeri di proyeksikan US$2,22 miliar, melonjak be berapa kali lipat dibandingkan dengan investasi beberapa tahun lalu.

Kondisi itu menunjukkan kinerja industri ban yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri kendaraan bermotor nasional.

Kementerian Perindustrian menyatakan investasi baru di industri ban tidak hanya dilakukan oleh perusahaan multinasional, tetapi juga oleh badan usaha milik negara. 

Selain itu, investasi dilakukan melalui beberapa cara, baik pembangunan fasilitas produksi baru (greenfield), kerja sama pa tungan, maupun akuisisi.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyatakan konsorsium BUMN yang di koordinasikan oleh PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menyiapkan investasi US$400 juta untuk membangun pabrik ban kendaraan roda dua di Kawasan Industri Kujang, Cikampek, Jawa Barat.

Selain PTPN III, konsorsium itu melibatkan empat PTPN lainnya yakni PTPN IX, PTPN VII, PTPN VIII dan PTPN XII.

Komposisi saham masing-masing perusahaan yakni 31,33% untuk PTPN III, PTPN VII (8,67%), PTPN VIII (20%), PTPN XI (20%) dan PTPN XII (20%).

PT Karet Unggul Nusantara akan menjadi pelaksana dan pengelola proyek tersebut. Pabrik itu akan memproduksi 7 juta unit ban luar per tahun jenis radial dan sekitar 14 juta unit ban dalam per tahun. "Total investasinya sekitar US$400 juta," ungkap
Hidayat, Jumat (1/6).

Selain itu, lanjut Menperin, rencana investasi yang digelontorkan produsen ban Korea Selatan, Hankook Tire terus meningkat menjadi US$1,45 miliar. Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap I senilai US$353 juta dan selesai pada 2014.

Kapasitas produksi pada tahap awal mencapai 5,3 juta ban bias/reguler per tahun dan 800.000 ban radial per tahun. Pabrik Hankook di kawasan industri Cikarang, Jabar, akan memproduksi ban untuk kendaraan roda empat.

"Pada tahap II, perusahaan itu akan menambah lagi investasinya US$1,1 miliar yang ditargetkan selesai pada 2018. Total target produksi nya 16 juta ban per tahun," lanjut Menperin.

Segera Diakuisisi Saat ini, Hankook memiliki lima pabrik ban di seluruh dunia. Selain pabrik baru di Cikarang, perusahaan melakukan perluasan di pabrik di Hongaria dan berencana membangun pabrik tambahan di Provinsi Chong qing, China.

JK Tyre and Industries Ltd (JK Tyre), pabrikan ban asal India, juga ber niat mengakuisisi pabrik ban PT Mega Rubber di Semarang, Jawa Tengah. Potensi investasi yang bisa ditarik dari proses akuisisi itu mencapai US$250 juta. Proses negosiasi masih berlangsung. "Mega Rubber segera diambil alih," kata Hidayat.

Berdasarkan ca tatan Bisnis, pabrik ban Mega Rubber tidak aktif sejak 2006. Pabrik ini memproduksi ban motor dan bias. 

Selain Mega Rubber, satu pabrik ban lainnya yakni milik PT Mega Safe Tire di Salatiga, Jateng, juga dalam kondisi menganggur.

Kedua fasilitas manufaktur yang berada dalam kelompok usaha Damatex ini telah berhenti beroperasi dan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawannya sejak 4 tahun lalu.

JK Tyre adalah salah satu produsen sekaligus eksportir ban terbesar India dengan basis konsumen global di 80 negara. Perusahaan multinasional ini se belumnya memperkuat penetrasinya di pasar global dengan mengakuisisi pemain utama di industri ban Meksiko, Tornel, pada 2008.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan investor yang berminat pa da dua pabrik ban yang telah lama mangkrak tersebut disarankan untuk dia kuisisi seluruhnya. "Sebaiknya diambil keduanya supaya lebih efisien," katanya, Minggu (3/6).

Selain itu, Pirelli Tires SpA dan PT Astra Otoparts Tbk berkomitmen membangun pabrik ban konvensional sepeda motor senilai US$120 juta di sekitar Bekasi, Jabar, pada 2012.

Rencana tersebut resmi dituangkan da lam joint venture agreement (JVA) yang ditandatangani Senior Vice President Pirelli Moto Business Unit Uberto Thun dan CEO Astra Otoparts Siswanto Prawiroatmodjo pada 24 April 2012.

Pabrik yang akan memproduksi ban motor nonradial tipe X-Ply tersebut akan menyerap seluruh pasokan bahan baku karet dari dalam negeri.

sumber : Bisnis Indonesia

Share: