BERITA INDUSTRI

Produksi Masal Mobil Nasional Bisa Terlaksana Tahun Depan


JAKARTA. Pemerintah berupaya agar mobil nasional (mobnas) bisa segera diproduksi secara masal. Kementerian Perindustrian menargetkan, produksi mobnas tipe mobil mikro bisa mulai dilaksanakan tahun depan.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat, menyatakan, saat ini pelaku industri otomotif lokal sudah bersepakat untuk menyamakan platform produksi mobil nasional kelas mikro yang berkapasitas mesin 650 cc700 cc ini. "Kami sudah membicarakannya dengan pelaku industri mobnas dan tahun 2013 diharapkan bisa launching secara masal," kata Hidayat, kemarin (29/5).

Mobnas mikro ini dirancang sebagai angkutan murah di pedesaan. Sekitar 80% dari komponen mobil mikro ini berasal dari produksi lokal.

Menurut Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemperin, Budi Darmadi, supaya produksi mobil nasional ini bisa efisien maka minimal harus diproduksi sekitar 28.000 unit per tahun. Namun bila ada kesamaan platform produksi seperti bagian undercarriage (sistem suspensi dan dimensi mobil) dan power train (mencakup mesin dan transmisi), jumlah unit mobil yang diproduksi tidak perlu sampai sejumlah itu. "Kalau sistem produksi bisa diubah, 10.000 unit sudah cukup ekonomis dan akan merangsang minat investasi," tuturnya.

Dewa Yuniardi, Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa), menyatakan, standar kualitas produk mobil nasional bisa terjaga jika ada kesamaan platform. Bus, biaya produksi pun bisa berkurang. "Lumayanlah walau penghematan biayanya tidak sampai 50%," kata Dewa tanpa merinci lebih lanjut biayanya.

Platform yang sama juga mempermudah pengusaha kecil dan menengah memasok kebutuhan industri otomotif nasional. Sebab, pada dasarnya spesiflkasi komponen dari tiap produk sama.

Namun, kendati terwujud kesamaan platform mobil nasional, bukan berarti hambatan hilang. Sebab, mobil nasional yang ada saat ini telanjur
memiliki spesifikasi berbeda.

Nan, para produsen harus memodiflkasi lagi kalau ingin menyamakan platform produksi. "Mungkin pada akhirnya setiap produsen harus mengeluarkan merek baru yang spesifikasi produknya telah dirubah," ujar Dewa.

Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia, Dasep Ahmadi, menyatakan, penyusunan kesamaan platform mobnas ini bakal berlangsung hingga akhir tahun ini. "Ini baru sebatas menyamakan persepsi, baru nanti kami mengadakan pertemuan bersama bagaimana baiknya supaya tumbuh pasar yang kosong ini. Jangan sampai diisi barang impor," kata Dasep.

sumber : Kontan Harian

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM