BERITA INDUSTRI

Sedan Bersiap Injak Gas


Sumber : Kontan Harian (09/02/2018)


JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemperin) mengusulkan revisi aturan struktur pajak otomotif. Salah satu poinnya terkait penurunan bea masuk (BM) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil sedan.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, alasan penurunan bea masuk dan PPnBM mobil sedan tersebut karena menginginkan Indonesia menjadi basis ekspor otomotif untuk kendaraan segmen ini.


Saat ini usulan penurunan struktur pajak untuk kendaraan sedan sudah disampaikan ke Kementerian Keuangan (Kemkeu). Kami (Kementerian Perindustrian) sudah memberi masukkan ke Kementerian Keuangan, sehingga nanti sedan tidak lagi berupa barang mewah," kata Airlangga, Kamis (8/2).


Ia menambahkan, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi kebangkitan industri sedan dalam negeri. Soalnya, di Australia pabrik otomotif sudah tutup semua. Padahal di Negeri Kanguru tersebut pasar kendaraan sedan lumayan besar yakni mencapai dua juta unit.


Apalagi kedua negara sedang merampungkan perjanjian kerjasama yakni Indonesia-Australia Comprehensive Partnership Agreement (IA-CEPA). Bila pembahasan perjanjian dagang ini sudah rampung, dan revisi PPnBM sedan sudah selesai, hal ini akan mempermudah ekspor otomotif dari Indonesia ke Australia.


Namun, terkait besaran penurunan PPnBM sedan, Airlangga mengaku saat ini masih menghitung formula yang tepat. Yang pasti, penurunan tidak dalam bentuk persentase, tetapi dalam bentuk angka.


Dengan revisi struktur pajak otomotif ini, Airlangga optimistis, utilitas pabrik otomotif Indonesia akan naik menjadi 2 juta unit. Menurut hitungannya, saat ini utilitas pabrik otomotif di Indonesia berkisar 1,4 juta hingga 1,5 juta unit setiap tahun.


Dukungan APM


Langkah Kemperin mendapat respons positif dari pabrikan otomotif. Kariyanto Hardjosoemarto, Deputi Direktur Sales Operations & Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, menjelaskan, jika kebijakan tersebut terbit, akan menggairahkan pasar sedan. Dari sisi harga akan lebih kompetitif.


Sementara, Jonfis Fandy, Direktur Marketing & After Sales Service PT Honda Prospect Motor mengatakan, sebenarnya tidak ada alasan mengenakan pajak barang mewah sedan lebih tinggi dibandingkan mobil lain yang setara.


Apalagi menurut dia, semua model mobil sekarang sudah sama mewah. "Menurut kami, kategori sedan itu mewah hanya untuk 3.000 cc ke atas," kata Jonfis.


Namun, bagi kondisi pasar otomotif dampak atas kebijakan tersebut tidak akan secara langsung terasa. Masih membutuhkan waktu. "Lagipula line up jenis sedan sangat sedikit sekarang. Hanya kelas medium ke atas atau luxury yang banyak," kata Jonfis.


Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan, pajak barang mewah atau PPnBM dari sedan yang berlaku saat ini sebesar 30% dinilai memberatkan industri otomotif melakukan penetrasi pasar ekspor. Apalagi di pasar global tipe kendaraan yang populer ialah sedan.


Eldo Rafael



Share:

Twitter

Indonesia Industrial Summit 2018