PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (LITBANG)

Dorong Jumlah Wirausahawan Baru, Kemenperin SinergikanTaman Sains Dan Teknologi (STP) dengan Industri


kamis, 18/01/18, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian sedang mengkaji pengembangan Taman Sains dan Teknologi bidang hilirasasi industri agro. Komitmen ini disampaikan oleh Kepala BPPI, Ngakan Timur Antara saat berkunjung ke Balai Besar Industri Agro (BBIA) dan Taman Sains dan Teknologi - Institut Pertanian Bogor (IPB Science Techno Park)

“Pembangunan STP perlu bersinergi dengan Kementerian Perindustrian terutama dalam bidang inkubator. Saat ini terjadi inefisiensi dalam proses litbang karena kurangnya informasi dan koordiunasi antara instansi. Lembaga litbang, STP, akademisi, dan pemangku kepentingan lain harus berkolaborasi agar menjadi lebih efisien”, kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian RI, Ngakan Timur Antara saat berkunjung ke STP IPB.

Menurut Ngakan, STP akan berkembang jika melakukan jejaring, resources sharing, dan sinergisme. Saat ini Balai Penelitian Industri di bawah Kemenperin ada 24 di 17 propinsi dan diharapkan bisa kerjasama dengan STP, sehingga bisa meningkatkan industri di Indonesia.

Program nasional pengembangan 100 Taman Sains dan Teknologi atau Science Techno Park (STP) diluncurkan oleh Menristek Dikti M Nasir dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Bandung tahun 2015. STP didesain sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi maju, pusat penumbuhan wirausaha baru di bidang teknologi, dan pusat layanan teknologi ke dunia usaha dan industri.

“Indonesia mempunyai modal sumberdaya alam yang melimpah namun masih perlu mengejar dalam hal inovasi dan daya siang industri dilevel global, untuk mempercepat inovasi teknologi terapan yang industrial linkage nya solid. STP inilah jawabannya”, tuturKepala Balai Besar Industri agro (BBIA), Umar Habson. Ia melanjutkan bahwa BBIA akan melakukan kerjasama litbang dan pengembangan produk, dan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan industri untuk mewujudkan Taman Sains dan Teknologi Nasional berbasis hilirisasi industri agro.

Umar menambahkan bahwa untuk membangun sektor mamin kita perlu inovasi. BBIA adalah pusat riset agro industri di bawah kemenperin dan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Nasional bidang hilirisasi produk agro oleh Kemenristekdikti. Selain litbang dan inkubasi, BBIA mempunyai jasa layanan teknis industrial berstandar internasional seperti pengujian. makanan, kalibrasi peralatan industri, sertifikasi berbasis ISO dan sertifikasi produk SNI, inpeksi teknis, pendugaan masa simpan produk, pelatihan hingga konsultansi.

India membangun 42 Mega Food Parks dan Thailand mempunyai Food Innopolis suatu pusat inovasi dan pengembangan produk untuk industri mamin berorientasi ekspor. Diharapkan Indonesia juga mampu membangun STP kelas dunia dan tidak kalah dengan negara-negara lain.










Share:

Twitter