BERITA INDUSTRI

REI Prediksi Sektor Properti Tumbuh 10%


[Jakarta-PSB/30 Desember 2003]. Yan Mogi, ketua DPP Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), menyatakan optimistis tahun depan sektor properti tetap tumbuh signifikan. Meski tahun depan ada pemilihan umum, agenda politik nasional itu diyakini tidak memberi pengaruh negatif kepada sektor ini. Karena itu sektor properti diprediksi mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan, yakni 4 persen.

Tahun depan, pertumbuhan properti diprediksi akan mencapai 10 persen. Sub sektor yang dominan adalah mal dan pusat perbelanjaan dengan kapitalisasi sebesar Rp 26,6 triliun, perumahan Rp 9,8 triliun, apartemen Rp 6,5 triliun, ruko dan rukan Rp 5,4 triliun, serta perhotelan Rp 1,06 triliun

Menurut Yan, pengembang yang tergabung di dalam REI memberikan jaminan bahwa proyek yang dikerjakan saat ini terus berlangsung hingga tahun depan. Pertumbuhan sektor properti juga didukung oleh sektor perbankan. Di mana sebagian besar bank menyalurkan kreditnya dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan bukan lagi kredit konstruksi. ’’Saat ini penyaluran kredit oleh perbankan untuk sektor properti lebih merata, dan tidak hanya kepada kelompok tertentu saja,’’ tuturnya di Jakarta kemarin..

Perkembangan sektor properti selama 2003 menunjukkan peningkatan sebesar 78 persen. Hal itu tampak dari kapitalisasi yang mencapai Rp 46,8 triliun dari 2002 yang sebesar Rp 26,30 triliun. Pertumbuhan signifikan itu antara lain dipicu penurunan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hingga mencapai 8,49 persen.

Kapitalisasi Rp 46,8 triliun tersebut berasal dari pusat perbelanjaan modern di Jakarta Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) sebesar Rp 14,02 triliun. Lalu, disusul pusat perbelanjaan di luar Jabotabek Rp 12,49 triliun, proyek perumahan nasional Rp 9,8 triliun, dan proyek rumah dan tokok (ruko) serta kantor Rp 4,88 triliun. Selebihnya berasal dari proyek perhotelan, perkantoran, dan apartemen di luar Jabotabek.

Yan mengungkapkan, tahun depan diharapkan pemerintah lebih mendukung pengembangan properti, khususnya sektor perumahan dengan memfasilitasi pembentukan lembaga pembiayaan di sektor perumahan yang dirancang sejak lama, yakni pembentukan Secondary Mortgage Facility (SMF). ‘’Keberadaan SMF akan mempercepat pertumbuhan sektor properti di Indonesia, karena sumber dananya diperoleh dari masyarakat yang akan membutuhkan rumah,’’ jelasnya. [

Share:

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM