ARTIKEL PENDIDIKAN

Sentra Tenun Unggan Sijunjung Bisa Menjadi Pilot Project Pengembangan Sentra Industri


Selasa, 12/04/2017, Sentra Tenun Unggan ini diresmikan oleh Direktur Pengembangan Perwilayahan Industri II Kementerian Perindustrian RI Bapak Busharmaidi pada tanggal 9 Maret 2017 lalu. Sentra ini memiliki luas tanah sebesar 5.000 meter persegi dengan luas bangunan 15 x 30 meter persegi yang memiliki alat tenun sebanyak 20 unit dan tentunya mampu menampung tenaga kerja sebanyak 20 orang.

Sentra ini harus terus dijalankan dan dijadikan pusat kegiatan untuk produksi atau pengembangan IKM Tenun Unggan mengingat pasarnya sudah ada", ujar Kepala Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, Drs. Mujiyono dalam kunjungan kerjanya ke Sentra Tenun Unggan di Nagari Unggan, Kec. Sumpur Kudus Kab. Sijunjung.

Ditegaskan Mujiyono, Sentra Tenun Unggan perlu terus dikembangkan. Keahlian saat ini, dalam menenun perlu ditambah dengan keahlian yang terintegrasi dalam proses mengolah kain tenun seperti keahlian menjahit baju, keahlian mendesain baju, ataupun dikombinasikan dengan bordir.

Apabila hal tersebut tercapai, maka masyarakat disekitar sentra akan banyak kegiatan dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini didukung dengan hasil kerajinan tenun unggan ini sudah sangat bagus sehingga diyakini oleh Mujiyono, dapat menembus pasar tidak hanya pasar lokal, tetapi juga pasar nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Sijunjung yang diwakili oleh staf ahli Drs. Syahrial, MM mengungkapkan bahwa kerjasama antara BDI Padang dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk menjawab tantangan bagaimana industri ini diprioritaskan baik di pusat maupun di daerah dan dari kerjasama ini kami bisa membangun nagari melalui industri kreatif.

Disamping itu, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Sijunjung M. Yasri, menyatakan dalam sambutannya bahwa Nagari Unggan merupakan daerah pertama di Kecamatan Sumpur Kudus berkembangannya tenun ini serta Unggan juga sudah mematenkan 35 motif yang diserahkan langsung oleh Kemenristek Dikti di Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Sedangkan dalam sambutan Kepala Balai Diklat Industri Padang Jonni Afrizon, BDI Padang sudah melatih 70 orang pelaku UMKM yang berasal dari Nagari Unggan dan Nagari Silantai, rata-rata alumni BDI Padang tersebut sudah bekerja di Sentra Tenun Unggan dan di rumahnya. "Harapan kami dari Balai Diklat Industri Padang hanya satu yaitu jangan berhenti berproduksi. Jika berhenti berproduksi, sentra ini tidak akan jalan dan perekonomian di sini tidak akan bergerak", tukasnya.

Terakhir Mujiyono berharap, adanya Pengelola Sentra Industri Unggan yang disedikan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang punya wawasan bisnis, memahami proses bisnis, bisa mencarikan pasar, dan membuat program kegiatan agar sentra tenun dapat dikelola dengan baik. "Sehingga sentra tenun Unggan Kabupaten Sijunjung bisa menjadi Pilot Project atau proyek percontohan dalam pendirian sentra-sentra yang lain", paparnya










Share:

Twitter