PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (LITBANG)

International Workshop on Non-wood Pulping and Paper making Technology in Indonesia


Dalam rangka kerja sama ASEAN-CHINA Free Trade Agreement yang disponsori oleh ASEAN-CHINA Cooperation Fund (ACCF),  Balai Besar Pulp dan Kertas dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian mendapatkan hibah untuk pelaksanaan kegiatan “Joint Research on Non-wood Pulping Fiber Pulping for The Asean-China Wood Pulp Substitute Paper Industry”. 

Tujuan dari International Workshop On Non Wood Pulping and Papermaking Technology yang merupakan kegiatan hibah tahap ke 3 ini diperuntukkan sebagai sarana untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aspek-aspek dasar dan fundamental, sarana berbagi informasi tentang kemajuan dan masalah-masalah penting yang mendesak untuk ditangani terkait pengembangan dan penerapan Non-Wood Pulping and Papermaking Techonolgy di Indonesia serta dalam rangka membangun dan mengembangkan jejaring antar laboratorium pulp dan kertas, peneliti dan praktisi di kawasan ASEAN-China dalam mengembangkan produksi hijau menggunakan serat non-kayu sebagai bahan baku. Selain itu, kegiatan ini dapat mendukung industri pulp dan kertas untuk meningkatkan citranya di antara negara-negara anggota ASEAN dan CHINA. 

Diketahui bahwa bahan baku utama untuk pembuatan kertas adalah serat kayu yang berasal dari berbagai jenis pohon. Namun, pembuatan pulp dan kertas menggunakan bahan baku kayu menghadapi beberapa kendala terkait dengan masalah lingkungan. Oleh karena itu, ada upaya untuk menggunakan bahan non-kayu bukan kayu sebagai bahan serat baku pulp dan pembuatan kertas. Di Indonesia, hanya ada 2 (dua) pabrik pulp dan kertas menggunakan serat non-kayu sebagai bahan baku. Mereka adalah pabrik kertas sembahyang (Joss Paper) yang menggunakan bambu sebagai bahan bakunya.

Permintaan untuk serat tanaman non-kayu untuk pembuatan pulp dan kertas diperkirakan akan meningkat karena masalah ketersediaan bahan kayu dan upaya untuk melestarikan hutan hujan tropis dan lahan gambut. Oleh karena kekurangan serat bahan baku kayu tersebut, sementara bahan non-kayu sangat melimpah di kawasan ASEAN-China, maka bahan baku serat non-kayu tersebut menjadi sumber penting untuk pembuatan pulp dan kertas. Pergeseran pemanfaatan bahan baku non-wood dalam pembuatan pulp dan kertas tersebut membutuhkan pengetahuan dan transfer teknologi baik untuk teknologi proses maupun pengembangannya. Transfer pengetahuan dan teknologi ini diharapkan datang dari negara-negara yang telah menggunakan bahan baku non-kayu dalam pembuatan pulp dan kertas. China adalah salah satu negara yang sudah menggunakan sebagian besar bahan baku non-kayu yaitu jerami, alang-alang, dan rumput. International Workshop dihadiri oleh 18 pembicara dari negara-negara ASEAN dan China serta 12 orang dari dalam negeri, serta 50 orang peserta dari kalangan industri/instansi terkait.










Share:

Twitter