BERITA FOTO

Kunjungan Kerja Dirjen KPAII Kemenperin di Solo dan Ceper


Dirjen KPAII Harjanto melakukan kunjungan ke PT. Aneka Adhilogam Karya di Ceper, Klaten yang memproduksi komponen logam untuk instalasi air, alat pemadam kebakaran dan komponen permesinan. Pada kesempatan tersebut, Dirjen KPAII menyampaikan beberapa inisiatif program yang bertujuan membuka pasar secara global seperti export coaching program, bilateral supply chain dan pendidikan vokasi. Program-program tersebut diharapkan dapat membantu IKM untuk mampu bersaing dalam kompetisi global.




Dirjen KPAII Harjanto mengunjungi PT. Baja Kurnia di Ceper, Klaten, salah satu IKM Logam yang memproduksi produk logam yang diaplikasikan pada industri migas, pembangkit listrik, kereta api, komponen mesin pertanian dan komponen industri alat berat. Dirjen KPAII menyampaikan pentingnya peran R&D dan services dalam rangka peningkatan kompetensi dan kapabilitas industri serta memberikan nilai tambah yang lebih besar. Selain itu dengan meningkatnya kemampuan akan membuka market access yang lebih luas dalam pasar global.


Dirjen KPAII Harjanto berkesempatan berfoto bersama Director Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) Mr. Kim Jeong Yeol (keempat dari kiri), Koordinator Indonesia-Korea Root Center Fakultas Metalurgi Universitas Indonesia Dr. Badrul Munir (kedua dari kiri), Guru Besar Universitas Indonesia bidang Metalurgi dan Material Prof. Dr. Ing. Bambang Suharno (paling kiri) beserta jajaran pejabat Kemenperin, KITC dan Universitas Indonesia, seusai acara Seminar dan workshop "Role of Casting Design Simulation To Improve The Quality And Productivity Of Casting Products" di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 8 Februari 2017, yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Perindustrian, KITC dan Universitas Indonesia. Seminar dan Workshop tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan kompetensi dan kapabilitas Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya bidang logam dan material, agar mampu bersaing dan memiliki akses pasar yang baik dalam kompetisi persaingan global. Adapun pesertanya adalah kelompok IKM pengecoran logam di Ceper, Solo Technopark, dan instansi pembina industri logam.




Share:

<< Sebelumnya   Selanjutnya >>

Twitter