ARTIKEL PENDIDIKAN

Wabup Padang Pariaman Dukung Program BDI Padang dalam Mensejahterakan Masyarakat


Padang Pariaman, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Balai Diklat Industri Padang dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perindustrian dengan di Hall Saiyo Sakato Pariaman, pada hari Jum’at 27 Januari 2017.

Nota Kesepakatan ini sebagai bentuk komitmen bersama antara BDI Padang dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam menumbuhkembangkan industri bordir dan fesyen di Kabupaten Padang Pariaman. Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, Kepala Dinas Pananaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Hendra Aswara, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Jhon Kennedy, Kepala BDI Padang, Jonni Afrizon, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan BDI Padang.

Dalam sambutannya, Wabup Padang Pariaman optimis pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) bisa menjadi pengusaha sukses. semuanya dapat dicapai apabila bisa menghasilkan produk yang bernilai jual dan berdaya saing. Kuncinya, IKM harus fokus memodifikasi dan berinovasi dalam menghasilkan produk dan memanfaatkan teknologi informasi.

“Tidak menutup kemungkinan, akan ada kewajiban PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memakai pakaian dinas hasil produk IKM Padang Pariaman” papar Wabup Padang Pariaman.

Senada dengan hal itu, Kepala BDI Padang, Jonni Afrizon dalam sambutannya menyatakan komitmen BDI Padang adalah menciptakan wirausaha baru, tenaga kerja kompeten guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan Pariaman bisa menjadi pusat industri bordir dan fesyennya Sumbar” papar beliau.

Ditegaskannya lagi, BDI Padang sejak tahun 2012 telah melatih ±400 masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. Diharapkan alumni diklat BDI Padang tersebut dimasa mendatang akan menjadi pengusaha sukses dan memberikan sumbangsih yang besar bagi Kabupaten Padang Pariaman.

Terkait Pembangunan Sentra IKM, Hendra Aswara, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perindustrian akan berkoordinasi dengan Bidang Pertanahan untuk menyediakan tanah seluas 2 hektar yang berada di lokasi strategis. Tanah bersertifikat tersebut sebagai modal untuk meminta dana Pembangunan Sentra IKM tersebut ke Kementerian Perindustrian. 

"Saya kira Sentra IKM sudah menjadi kebutuhan dalam pemasaran produk IKM. Jika kita bekerja sama dengan biro perjalanan, tentunya akan menarik minat wisatawan," ujarnya. (PPID BDIP).










Share:

Twitter