Beranda | Profil | Statistik Industri | Regulasi | Publikasi | Informasi Publik | Layanan Publik | Links | Hubungi Kami | Peta Situs

BERITA INDUSTRI

Industri Farmasi Indonesia Tumbuh Rp37 T


Jakarta - Kinerja industri farmasi di Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan. Dari sisi total nilai pasar farmasi domestik tercatat lebih tinggi dibandingkan Malaysia dan Singapura. Padahal dari sudut belanja kesehatan, Indonesia masih tergolong rendah. 

Menurut analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi, performa sektor farmasi tidak terlepas dari pertumbuhan makro dan ekspansi usaha yang dilakukan para emiten.

"Demikian pula halnya dengan regulasi pemerintah serta proyek bantuan kesehatan dari lembaga international juga telah memberikan kontribusi signifikan pada perkembangan industri farmasi secara keseluruhan," ujarnya dalam risetnya yang diterima VIVAnews.com.

Mengacu data IMS Health, sektor farmasi di Indonesia bertumbuh dari sekitar Rp29,98 triliun pada 2008 menjadi Rp33,96 triliun pada 2009, dan mencapai Rp37,53 triliun pada akhir 2010.

Dari total pencapaian tersebut, pasar obat ethical masih menjadi kontributor utama, yang bertumbuh menjadi Rp21,14 triliun dan pasar OTC mencapai Rp16,38 triliun.

Sedangkan pada 2009, pasar obat ethical membukukan nilai pasar sebesar Rp19,22 triliun dan sisanya disumbangkan produk farmasi kategori OTC setara dengan nilai Rp14,74 triliun.

Akhmad mengakui, ekspansi usaha yang berkelanjutan didukung  kondisi perbaikan makro domestik yang berpotensi mendorong pertumbuhan permintaan dan berujung pada peningkatan penjualan akan menjadi sentimen positif penggerak pertumbuhan pasar farmasi di Indonesia.

Namun demikian, ketergantungan pada impor bahan baku sekitar 75 persen lebih, tentu akan memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan marjin perusahaan maupun kinerja industri secara keseluruhan.

"Fluktuasi harga bahan baku dan nilai tukar rupiah masih menjadi dua kendala utama yang kami perhitungkan di dalam menganalisa sektor farmasi domestik," ujarnya.

 

Sumber: Bisnis.vivanews.com

Share: