KEGIATAN KEMENPERIN

Kunjungan Kerja Menperin Saleh Husin di Qingdao, Tiongkok


Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan kunjungan kerja ke kota Qingdao, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) selama tiga hari, tanggal 3 – 5 Desember 2015. Dalam kunjungannya tersebut, Menperin meninjau berbagai objek industri berbasis teknologi tinggi.


Pada hari pertama, Menperin mengawali agendanya melakukan pertemuan dengan Walikota Qingdao, Zhang Xingi. Menperin mengapresiasi pemerintah daerah setempat yang turut mendorong kerjasama investasi dan industri di sektor manufaktur, elektronika, dan telekomunikasi antara pengusaha Tiongkok dengan Indonesia.


Selanjutnya, Menperin mengunjungi kantor pusat produsen elektronika dan telekomunikasi Hisense. Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan serta Inspektur Jenderal Kemenperin, Soerjono mendapatkan penjelasan dari Executive Vice President of Hisense Co Ltd, Lin Lan mengenai aplikasi riset Hisense di bidang medis.


Saat itu, Menperin juga sempat berbincang-bincang dengan Presiden Hisense Co Ltd, Liu Hongxin serta Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Merza Fachys Muhit. Menperin menekankan pentingnya produsen smartphone global membangun pabrik di Indonesia agar turut mengembangkan industri elektronik dan telekomunikasi nasional.


Hisense merupakan perusahaan raksasa elektronik kelas atas di China yang memproduksi smartTV, home appliances, dan juga smartphone. Di Indonesia, Hisense memproduksi ponsel yang berlabel Andromax, yang merupakan merek ponsel milik PT Smartfren Telecom Tbk.


Sementara itu, pada hari kedua, Menperin melakukan kunjungan ke pabrik mobil SAIC-GM-Wuling (SGMW) Automobile di Qingdao, Tiongkok. Saat itu, Menperin sempat melakukan test drive mobil Wuling tipe MPV, salah satu mobil dari dua tipe yang akan diproduksi SGMW di Indonesia melalui pabrik yang dibangun di Cikarang dan ditargetkan beroperasi mulai Juli 2017.


Selanjutnya, Menperin juga meninjau proses produksi mobil di pabrik SGMW. Menperin yang saat itu didampingi Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan serta Plt. Direktur Industri Alat Transportasi Darat Ignatius Warsito memperhatikan beberapa komponen yang diproduksi SGMW seperti shockbreaker dan transmisi mobil.


Pada kesempatan itu, Menperin berbincang-bincang langsung dengan Presiden Direktur SGMW Motor Indonesia Xu Feiyun, Vice President SGMW Motor Indonesia David Chen, serta Project Manager PT SGMW Motor Indonesia Qin Xuetao.


Meski Wuling diproduksi untuk pasar domestik, Menperin menantang SGMW ke depannya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk diekspor ke ASEAN dan Australia. Sebelumnya pabrikan Tiongkok itu telah berekspansi ke beberapa negara Afrika , Amerika Latin dan Asia.


Di Indonesia, melalui PT SGMW Motor Indonesia, mereka telah melakukan peletakan batu pertama pada Agustus lalu untuk pembangunan pabrik perakitan mobil MPV dengan investasi sekitar USD 700 juta atau mencapai Rp 10-11 triliun. 


Setelah dari pabrik SGMW, rombongan Menperin melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi pusat penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) Hisense Co Ltd di Qingdao, tenggara Beijing, Tiongkok.


Saat itu, Menperin sempat memperhatikan proses uji produk televisi layar datar produksi Hisense, melihat langsung fasilitas uji audio di pusat R&D Hisense, serta mendapatkan penjelasan mengenai penggunan bahan produksi "feeder" untuk komponen mikro ponsel pintar yang diproduksi Hisense.


Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Irjen Kemenperin Soerjono, Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Industri Elektronika Ignatius Warsito berdialog dengan Presiden Hisense Co Ltd Liu Hongxin, Executive Vice President of Hisense Lin Lan, Vice President Hisense Co Ltd Wang Charlis, General Manager Hisense Intelligent & Precise Electronics Co Ltd Wang Ankai, serta Engineer Hisense Co Ltd Li Lian.


Dalam kunjungan Menperin saat itu, dihadiri juga Direktur Sinar Mas Group Lukmono Sutarto, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk Merza Fachys Muhit, Direktur Hisense International Indonesia Tandhy Oktaviano, serta Kepala Divisi Pemasaran, Penjualan dan Produk Smartfren Telecom, Muhammad Lukman.


Menperin terus mendorong perusahaan Indonesia dapat bermitra dengan perusahaan global untuk mengembangkan industri telekomunikasi dan informatika. Kerjasama itu sekaligus langkah strategis mempercepat penguasaan teknologi produk dan pemasaran.


Pada hari ketiga, Menperin menyempatkan untuk menyambangi pabrik kereta dan pusat riset industri kereta api Tiongkok, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Qingdao Sifang Co Ltd di Qingdao, tenggara Beijing. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela waktu luang setelah hari sebelumnya bertandang ke industri telematika dan ponsel pintar (Hisense) dan otomotif (SGMW-Wuling).


Menurut Menperin, pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatnya mobilitas penumpang serta barang idealnya disokong pula oleh transportasi kereta api. Untuk itu, pengembangan industri kereta api beserta industri penunjangnya mesti berbasis penguasaan teknologi dan aktivitas riset yang kontinyu serta bervisi jangka panjang.


Menperin yang saat itu didampingi oleh Irjen Kemenperin Soerjono, Dirjen ILMATE Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, dan Plt Direktur Industri Alat Transportasi Darat, Ignatius Warsito memperhatikan komponen-komponen kereta yang diproduksi CCRC Qingdao Sifang Co Ltd.


Di sana, Menperin melihat langsung kondisi di dalam ruang lokomotif kereta api cepat (High Speed Train/HST), bahkan ia sempat mencoba menarik tuas kontrol di ruang kemudi lokomotif kereta api cepat tersebut. Ketika itu, Menperin bertemu langsung dengan Deputi President CRRC Sifang, Tian Xuehua.


Saleh mengharapkan, dalam kunjungan kerjanya ini akan menggaet lebih banyak investor asal Tiongkok dan betul-betul merealisasikan investasinya. “Ini salah satu upaya untuk lebih memantapkan rencana investasi mereka agar dapat segera terealisasi, sekaligus memastikan calon investor memang serius, dan mereka juga merasa kita serius menanggapi minat mereka," tegasnya.



Share:

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM