KEGIATAN KEMENPERIN

Sosialisasi Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (part3)


Strategi Vietnam dan Philipina


Pemerintah Vietnam  telah merumuskan 7 misi utama dalam menghadapi MEA antara lain a)) Harmonisasi peraturan dan sistem hukum nasional, b)) peningkatan daya saing perdagangan, c)) kebijakan ketenagakerjaan yang sesuai, d) peningkatan efektifitas koordinasi lintas kementerian, e) peningkatan people awareness, f) akselerasi pembangunan infrastruktur dan g) peningkatan daya saing perusahaan.Selain itu Pemerintah Vietnam juga melakukan upaya untuk meningkatkan  mutu tenaga kerja, Integrasi program kebijakan nasional dengan cetak biru komunitas ASEAN 2015, mengubah strategi pemasyarakatan ASEAN menjadi integrated, targeted audience, systemic, massive.


Dalam melakukan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Vietnam membagi koordinator di tingkat nasional yaitu Kementerian Luar Negeri dengan Focal point Kemlu (Polkam), Kemenperindag (Ekonomi), Kementerian Tenaga Kerja, cacat perang dan Sosbud (Sosbud), Kekominfo (Diseminasi informasi).


Vietnam dapat dijadikan sebagai pintu masuk  bagi produk dan investor Indonesia ke pasar domestik Vietnam yang berjumlah 93 juta jiwa, dan pintu masuk ke negara ASEAN di sekitarnya seperti Laos dan Kamboja dengan memanfaatkan preferensi tarif di ASEAN, dan ke  mitra dagang utama Vietnam seperti AS, UE dan RRT, sebagai production base perusahaan Indonesia serta sebagai pasar bagi tenaga-tenaga kerja terampil Indonesia.


Beberapa strategi telah dilakukan oleh Pemerintah  Philipina dalam menghadapi MEA   antara lain : a) membentuk AEC Game Plan dengan  4 strategi C yaitu : 1. competitiveness ( peningkatan daya saing) dengan meningkatkan efektifitas lembaga pemerintah, mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemerataan kesempatan kerja, 2. compliance, 3. collaboration dan comunication.


Selain itu, dalam menghadapi MEA  Pemerintah Philipina juga melakukan pembentukan Setnas ASEAN Filipina,  pembentukan Philippine Council for Regional Cooperation (PCRC)ASEAN Matters Technical Board (AMTB), (terdiri dari 3 Komite : Polkam, Ekonomi, Sosbud), Pembentukan National Competitiveness Council


Dalam rangka menjalankan Strategi 1 competitiveness,  Department of Trade and Industry (DTI) Philipina telah menyusun 32 roadmap sektoral, penyelenggaraan Briefing on Philippines’ AEC Game Plan, penyelenggaraan ratusan seminar Doing Business in Free Trade Area (DBFTA) dan pembentukan Shared Service Facilities dan SME Roving Academy bagi UMKM.Produk Ekspor utama  Philipina ke Indonesia adalah : Insulasi kabel, alat medis, bedah operasi dan kedokteran gigi, sayuran ekstrak, mesin-mesin percetakan, crude coconut Oil, alat optik, lensa, kaca, kapasitor listrik dan sejenisnya, makanan olahan (cereal), buah-buah segar (seperti pisang cavendish), produk elektronik. Produk impor utama Philipina dari Indonesia adalah : batubara, briket & bahan bakar padat, kendaraan bermotor roda 4, Kendaraan bermotor roda 2, Spare Part & Asesoris Ranmor, Ekstrak kopi dan teh, pupuk kimia/mineral/nitrogen,ban,alas kaki, produk kertas, produk kimia (fatty Acid).


Philipina memiliki jumlah penduduk terbesar ke dua di ASEAN yaitu sekitar 100 juta org, dan merupakan pasar potensial bagi produk kerajinan dan souvenir Indonesia. Pola hidup masyarakat Philipina yang konsumtif dan gemar berpesta dapat dijadikan peluang bagi produk-produk  gift untuk  perayaan hari  natal.



Share:

Berita Serupa

Kegiatan Lainnya  

Twitter

Penghargaan Industri Hijau Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM