BERITA INDUSTRI

Ada Cukai, Minuman Soda Naik Harga


Sumber : Kontan Harian

JAKARTA. Rencana kebijakan pengenaan cukai terhadap minuman berkarbonasi mengundang reaksi keras dari pebisnis minuman bersoda. Pelaku industri menilai bersiap menolak beleid ini.

Pertimbangan mereka, pertama, harga jual produk akan naik. "Pengenaan cukai akan dibebankan produsen ke konsumen dengan kenaikan harga," ujar Suroso Natakusumah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Minuman Ringan (Asrim) kepada KONTAN, Senin (16/3). Kedua, bakal terjadi penurunan penjualan minuman bersoda.

Asrim mengklaim telah melakukan kajian bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI). Hasilnya, pengenaan cukai akan menurunkan permintaan minuman berkarbonasi. "Kalau harga naik 10%, permintaan turun 17%," terang Suroso.

Karena itu, Asrim memutuskan untuk menolak rencana pengenaan cukai untuk minuman bersoda. "Minuman berkarbonasi bukan produk layak kena cukai, dan pengenaan cukai tidak menjawab kebutuhan pemerintah menambah pendapatan," ujar Triyono Prijosoesilo, Ketua Asrim.

Dukungan kepada Asrim ini datang dari Kementerian Perindustrian. Faiz Ahmad, Direktur Minuman dan Tembakau Kemperin bilang, pengenaan cukai untuk minuman bersoda tak bisa menggenjot penerimaan cukai. Alasannya, "Konsumsi dan produksi minuman karbonasi tidak banyak, jadi jika dikenakan cukai tidak seberapa," ujar Faiz.

Ia memprediksi, konsumsi minuman karbonasi tahun ini hanya bisa mencapai 700 juta liter, jauh di bawah konsumsi air minum dalam kemasan yang mencapai 25 miliar liter.

Inilah alasan, Faiz menolak pengenaan cukai untuk minuman berkarbonasi ini.

Adapun PT Multi Bintang Tbk (MLBI) selaku produsen minuman bersoda merek Green Sands belum mau berkomentar banyak atas masalah ini. Namun begitu, Cosmas Batubara selaku Presiden Komisaris MLBI menilai, pengenaan cukai bisa mempengaruhi harga jual produk.

"Kenaikan harga karena cukai itu pasti berdampak pada penjualan. Kalau penjualan turun, otomatis pendapatan turun. Tapi kami belum bisa banyak berkomentar soal ini," jelas Cosmas Batubara Presiden Komisaris MLBI kepada KONTAN, (16/3).

Sementara Wilson Siahaan, Head of Corporate Affairs Coca Cola Amatil Indonesia enggan memberikan komentar mengenai rencana pengenaan cukai untuk minuman bersoda ini. "Masih kami pelajari dulu," kata Wilson.

Rencana kebijakan cukai minuman bersoda ini masih dibahas Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan. Beberapa waktu lalu, BKF baru menerima kajian dari Kementerian Kesehatan terkait dampak minuman bersoda bagi kesehatan.

Share:

Twitter

Program Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM